Tingkat Kerawanan Pilgub di 3 Provinsi Ini Tinggi
Selasa, 28 November 2017 | 12:32 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebutkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 di tiga provinsi memiliki tingkat kerawanan tinggi. Tiga provinsi tersebut adalah Papua, Maluku dan Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan anggota Bawaslu Mochammad Affifuddin saat merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (28/11).
Acara ini dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali, Ketua Bawaslu Abhan, Perwakilan dari Menko Polhukam, Kapolri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Afifuddin mengungkapkan IKP Pilkada 2018 terdiri dari tiga dimensi, yakni dimensi partisipasi, kontestasi dan penyelenggara. Dimensi partisipasi, terdiri dari variabel hak pilih, karakteristik lokal dan kontrol masyarakat. Sementara dimensi kontestasi terdiri dari pencalonan, kampanye, kontestan dan kekerabatan. Adapun dimensi penyelenggara terdiri dari integritas penyelenggara, profesionalitas dan kekerasan terhadap penyelenggara.
"Kemudian kita membuat skor tingkat kerawanan pemilu dari 1 sampai 5. Tingkat kerawanan tinggi jika skor 3,00 hingga 5,00, kategori sedang skor 2,00 dan 2,99 dan rendah dengan skornya 0-1,99. Provinsi Papua berdasarkan skor memiliki indeks 3,41, disusul Provinsi Maluku dengan skor 3,25 dan Kalimantan Barat dengan skor 3,04," ujar Afifuddin saat memaparkan hasil rilis tersebut.
Kerawanan tinggi pada Pemilihan Gubernur Papua, ditentukan dimensi partisipasi. Hal itu disebabkan, partisipasi pemantau pemilu dan perlindungan terhadap hak pilih minim. Sedangkan kerawanan Pilgub Maluku ditentukan dimensi penyelenggaraan, terutama berkaitan integritas dan profesionalitas penyelenggara. "Adapun, penyebab kerawanan tinggi pada Pilgub Kalimantan Barat ada pada dimensi kontestasi, di antaranya disebabkan maraknya politik identitas, penggunaan isu SARA, dan politisasi birokrasi," terang dia.
Sementara 14 provinsi lainnya menunjukkan kategori kerawanan sedang (skor 2,00 - 2,99). Provinsi yang masuk kategori ini adalah Sumatera Utara (2,86), Sulawesi Tenggara (2,81, Kalimantan Timur (2,76), Maluku Utara (2,71), Nusa Tenggara Timur (2,70), Jawa Timur (2,68), Sumatera Selatan (2,55), Nusa Tenggara Barat (2,54), Sulawesi Selatan (2,53), Jawa Barat (2,52), Riau (2,46), Lampung (2,28), Bali (2,19), dan Jawa Tengah (2,15).
Adapun, hasil penelitian pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan, enam wilayah masuk kategori kerawanan tinggi yakni Kabupaten Mimika (skor 3,43), Kabupaten Paniai (skor 3,41), Kabupaten Jayawijaya (skor 3,40), Kabupaten Puncak (skor 3,28), Kabupaten Konawe (skor 3,07), dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (skor 3,05). Sedangkan dalam kategori sedang ada 58 kabupaten/kota. Sementara kategori kerawanan rendah terdapat di 90 daerah kabupaten/kota, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, merupakan daerah dengan potensi kerawanan terendah, yaitu 1,12.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




