Tujuh Napi Kabur dari Lapas Binjai

Senin, 18 Desember 2017 | 22:06 WIB
AS
B
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: B1
Ilustrasi narapidana di lembaga pemasyarakatan.
Ilustrasi narapidana di lembaga pemasyarakatan. (Antara)

Binjai - Tujuh narapidana (napi) melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Blok B Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Senin (18/12). Para tahanan itu kabur dengan cara menggergaji jeruji besi ventilasi ruangan tahanan.

"Dari tujuh napi yang kabur itu, seorang di antaranya merupakan tahanan yang pernah kabur dari sel di Markas Polres Binjai, beberapa waktu lalu. Dia adalah Syaifuddin," ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas II Binjai, Imanuel Ginting.

Tujuh tahanan yang kabur itu adalah Saifuddin (34) warga Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, dia divonis hakim hukuman delapan tahun penjara. Lalu Abdul Rahman (33) warga Kampung Tempel, Stabat, Langkat. Abdul terlibat kasus penadahan barang curian.

Setelah itu Fahrul Azmi Nasution (35) warga Jalan H Hasan, Kelurahan Limau Sundai, terlibat kasus narkoba, Yusrizal (39) warga Jalan Medan-Binjai KM 15,5 Gang Abadi, Desa Sumber Melati, Sunggal, divonis dua tahun enam bulan kasus pencurian.

Kemudian, Roni Adianto (25) warga Desa Sei Semayang/Diski, Sunggal. Dia divonis tiga tahun tujuh bulan penjara kasus pencurian. Suhelmi (45) warga Jalan Bangau, Sei Mencirim yang terlibat kasus narkoba dan divonis empat tahun dan Rudi alias Ajun (33) warga Dusun III Helvetia, Labuhan Deli yang divonis 10 tahun penjara karena kasus narkoba.

Menurut Imanuel, napi yang kabur itu sedang bermasalah dan dikurung dalam sel isolasi. Para pelaku juga menggunakan sarung sebagai alat bantu saat keluar dari ventilasi jeruji besi di lapas tersebut.

Kepala Lapas Kelas II A Binjai, Budi Situngkir mengatakan, penghuni dalam Blok B berjumlah 12 orang. Tahanan yang melarikan diri sebanyak tujuh orang. Empat orang lagi memilih berada dalam sel, dan seorang lagi di luar sel namun tidak kabur.

"Penyebab dari kaburnya para napi itu masih sedang didalami. Petugas sedang menyelidiki masuknya gergaji ke dalam sel, termasuk keberadaan petugas yang melakukan penjagaan saat dan setelah kejadian," sebutnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon