Barang-barang Korban Diperiksa Senin Besok
Minggu, 13 Mei 2012 | 17:10 WIB
"Harap bersabar karena saat ini tiga kantong berisi properti belum diurai satu per satu."
Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan memeriksa barang-barang milik korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5) besok.
"Tiga kantong berisi properti para korban belum diperiksa secara khusus, kita masih fokus ke kantong jenazah," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq, di RS Polri Kramatjati, Jakart, Minggu (13/05)
Ia menjelaskan, hingga kini, tim tengah mengidentifikasi sebanyak 18 kantong berisi potongan tubuh korban di Rumah Sakit Polri.
"Setelah itu, baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap kantong properti," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengimbau para keluarga korban untuk tetap bersabar.
Keluarga korban, lanjutnya, terus mendesak mencari barang milik korban di kantong properti.
"Harap bersabar karena saat ini tiga kantong berisi properti belum diurai satu per satu," kata Boy.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) akan memeriksa barang-barang milik korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5) besok.
"Tiga kantong berisi properti para korban belum diperiksa secara khusus, kita masih fokus ke kantong jenazah," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq, di RS Polri Kramatjati, Jakart, Minggu (13/05)
Ia menjelaskan, hingga kini, tim tengah mengidentifikasi sebanyak 18 kantong berisi potongan tubuh korban di Rumah Sakit Polri.
"Setelah itu, baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap kantong properti," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengimbau para keluarga korban untuk tetap bersabar.
Keluarga korban, lanjutnya, terus mendesak mencari barang milik korban di kantong properti.
"Harap bersabar karena saat ini tiga kantong berisi properti belum diurai satu per satu," kata Boy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




