Kalangan Muda Dinilai Rentan Terpengaruh Paham Radikal
Selasa, 27 Maret 2018 | 20:04 WIB
Jakarta - Paramadina Institute of Ethics and Civilization Universitas Paramadina bersama Yayasan Jalin Perdamaian dan Badan Intelejen Keamanan (Baintelkam) Polri menggelar diskusi ilmiah terkait pemahaman radikalisme di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai upaya dan strategi untuk membentengi pemuda Indonesia dari pengaruh paham radikal dan terorisme yang kian mudah dipengaruhi dari satu kelompok maupun melalui media sosial (Medsos).
Dialog tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai bidang, seperti pengamat terorisme Ustaz Sofyan Tsauri, mantan praktisi terorisme Yudi Zulfahri, Chairman PEIC Pipip Rifa'i Hasan, dan pakar antropologi taubat Dr Phil Suratmo.
Sejumlah mahasiswa turut memberikan pandangan nya mengenai pemahaman radikalisme yang kian mudah disebarkan dengan cara pandang yang keliru dan semakin mudahnya mengakses konten-konten radikal melalui media sosial dan teknologi informasi.
Pada pertengahan Januari 2018, Setara Institute mencatat ada 155 pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan di 29 Provinsi di Indonesia selama kurun waktu 2017. Pelanggaran atas kebebasan beragama ini dilakukan kelompok dengan paham radikal dan kebanyakan para pelakunya adalah pemuda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




