Indonesia Akan Miliki Pembangkit Listri Arus Laut Terbesar di Dunia
Senin, 2 April 2018 | 13:34 WIB
Jakarta - Indonesia akan memiliki pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) terbesar di dunia. Pembangkit tersebut rencananya akan terintegrasi dengan jembatan Pancasila-Palmerah di Selat Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ketika meninjau lokasi proyek tersebut pada 31 Maret kemarin.
"Ini merupakan pembangkit listrik tenaga arus laut pertama di Indonesia dan terbesar di dunia jika listrik yang dihasilkan mencapai 20 MW saja," kata Jonan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/4).
Rencana pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah yang terintegrasi dengan turbin merupakan tindak lanjut rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Eropa pada 22 April 2016 silam. Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) on Building Bridges Equipped with Sea Current Turbine Power Plant in the District of East Flores Sea.
Ini merupakan kerja sama investasi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Tidal Bridge BV, dan Pemerintah Provinsi NTT pada acara Indonesia-The Netherland Business Forum di Belanda.
Konsorsium dari Belanda, Tidal Bridge, tertarik untuk menjalankan proyek pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah yang diintegrasikan dengan turbin arus laut di Selat Larantuka. Kempuprea telah menyelesaikan Pra-FS Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang akan diintegrasikan dengan PLT Arus Laut pada 2017 kemarin. Hasil Pra-FS menyatakan bahwa proyek tersebut layak untuk dilaksanakan.
PT PLN (persero) dengan Tidal Bridge BV pada tanggal 22 Februari 2018 juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanakan studi kelayakan dan studi dampak jaringan dalam rangka pemanfaatan energi dari PLT Arus Laut ini.
Tidal Bridge mengasumsikan dengan kecepatan arus laut Selat Larantuka rata-rata 3,5 m/s, kapasitas terpasang tiap turbin adalah sebesar 16 MW dengan energi yang dibangkitkan secara efektif sebesar 6 MW. Dengan asumsi pemasangan lima turbin, maka energi terbangkitkan rata-rata sebesar 30 MW.
Tidal Bridge BV dan PJB melaksanakan joint venture dengan nama Tidal Bridge Indonesia yang selanjutnya bersama mitra lokal akan membangunan Jembatan Pancasila Palmerah diintegrasikan dengan turbin arus laut di Selat Larantuka, sepanjang kurang lebih 810 meter yang akan menghubungkan Pulau Adonara dan Pulau Flores.
Mengenai kapan waktu mulai pembangunan jembatan ini, Jonan mengatakan, saat ini sedang dilakukan studi dan diharapkan finalisasinya akan dapat diselesaikan secepatnya sehingga dapat mulai bekerja. Selain dapat menghasilkan listrik, Menteri ESDM berharap pembangunan jembatan itu akan membuat Pulau Adonara lebih berkembang sama seperti Pulau Flores.
"Dengan pembangunan jembatan ini maka diharapkan pembangunan di Adonara dapat berlangsung cepat. Ini semua adalah arahan dari Bapak Presiden kalau bisa tersambung ini bisa dibangun dengan baik," ujar Jonan.
Sementara itu Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana menambahkan pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Larantuka merupakan ide yang baik karena wilayah NTT merupakan salah satu wilayah yang akan ditingkatkan rasio elektrifikasinya.
"Sebagai negara kepulauan, Indonesia banyak mempunyai selat-selat yang arusnya cukup deras superti di Selat Larantuka, yang informasinya merupakan yang terkuat di dunia," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




