Ada "Kudeta" di Tubuh PKS?

Minggu, 15 April 2018 | 16:14 WIB
MS
FB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FMB
Mahfudz Siddiq
Mahfudz Siddiq (Antara)

Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M. Shohibul Iman (MSI), disebut mendorong Ahmad Heryawan (Aher) menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari partainya untuk mendampingi Prabowo Subianto. Pernyataan itu disambut secara sinis oleh Politikus Senior PKS, Mahfudz Siddiq.

Dijelaskan Mahfudz, MSI menyampaikan nama Aher itu di Jawa Tengah, dua hari lalu. Pernyataan itu dibandingkannya dengan pernyataan dua petinggi PKS lainnya, yakni Almuzamil Yusuf yang menyebut masih ada sembilan nama cawapres dari PKS. Lalu Suhud Alyuddin menyebut ada tiga nama yang mengerucut dari sembilan nama.

"Lalu presiden PKS langsung menyebut satu nama, meski dengan imbuhan berdasarkan urutan," kata Mahfudz Siddik, Minggu (15/4).

Baginya, semua pernyataan itu sebenarnya bernafaskan hal yang sama. Di PKS, penentuan nama capres atau cawapres dilakukan oleh Majelis Syuro. Faktanya, majelis dimaksud sudah didahului oleh ketiga nama pejabat itu.

"Ini yang justru memancing pertanyaan dan kegelisahan di bawah. Ada mekanisme yang tidak jelas, lalu pernyataan yang tendensius," imbuhnya.

Menurutnya, kalau PKS tidak mampu mengelola kontestasi capres internal secara demokratis, maka berarti budaya demokrasi yang substantif memang belum tumbuh dengan baik di PKS sebagai lembaga politik. "Bagaimana PKS mau masuk dan berperan dalam sistem politik demokratis?" tukasnya.

Diapun menyarankan, jika memang pimpinan PKS sudah punya plot siapa yang mau diajukan sebagai capres/cawapres, lebih baik dinyatakan saja secara terbuka. Tentu saja pernyataan itu harus dengan alasan.

"Termasuk dijelaskan bahwa karena kondisi yang mendesak, keputusan itu bisa diambil tanpa melalui mekanisme Majelis Syuro," kata Mahfudz yang juga anggota DPR RI itu.

Gerakan Kudeta PKS
Pada kesempatan itu, Mahfudz mengakui bahwa memang ada kegundahan di internal PKS menyangkut situasi saat ini. Terbaru, kegundahan dimunculkan oleh beredarnya sebuah dokumen berjudul 'Mewaspadai Gerakan Mengkudeta‎ PKS'.

Dalam dokumen itu, pihak-pihak yang disebut dekat dengan Anis Matta, mantan Presiden PKS, berniat melakukan kudeta. Mereka diistilahkan sebagai "Orang Sana (Osan)". Nama-nama itu termasuk Mahfudz Siddik sendiri. Nama mereka tak disebut terbuka, hanya berdasar inisial. Mereka disebut juga Gerakan 30 Syaikh Pemimpin Kelompok Sebelah (G30S-PKS).

Posisi Osan didikotomikan dengan loyalis partai yang disebut "Orang Sini (Osin)".

"Saya sudah baca. Saya sih tak terlalu kaget kalau melihat kondisi saat ini," kata Mahfudz.

Anis Matta sendiri memang adalah satu dari sembilan nama bakal cawapres yang hendak diajukan mendampingi Prabowo.

Ditambahkan Mahfudz, gerakan kudeta itu sebenarnya sudah disebut bertahun-tahun lalu, di mana Anis Matta dan kawan-kawan dituduh hendak membuat partai politik baru. Beberapa orang memang pernah mendatangi Anis dengan permintaan itu, namun ditolak, kata Mahfudz yang memang dekat dengan Anis.

"Kalau kita baca tulisan itu, pola dan gayanya sih gaya intelijen. Tapi yang diinteli itu di internal PKS sendiri. Saya tidak tahu siapa yang membuat dan menyebarkannya," kata dia.

Yang jelas, Mahfudz menegaskan dirinya akan melawan pola-pola yang berusaha membangun ketakutan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon