Indo Tambang Raya Studi Banding Kawasan Bekas Tambang ke Antam
Kamis, 5 Juli 2018 | 16:34 WIB
Jakarta - Pemanfaatan area bekas lahan tambang menjadi salah satu hal paling penting bagi sebuah perusahaan. Hal itulah yang mendasari PT Indo Tambang Raya Megah (PT ITM) melakukan studi banding kepada pertambangan emas PT Antam Tbk di Pongkor, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (4/7).
Dalam kesempatan itu, PT ITM mengirimkan sebanyak 12 perwakilannya dari community development. Manajer Community Development Giwa Giwangkara mengatakan, studi banding itu bertujuan untuk memperkaya kapasitas para community department head.
"Mereka bisa belajar dari perusahaan berkaitan dengan sosial, ekonomi, maupun lingkungan," tegas Giwa melalui keterangan tertulis, Kamis (5/7).
Giwa juga menambahkan, kunjungan seperti ini dilakukan dua kali dalam setahun. Selain itu, pihaknya juga mengundang narasumber dari perusahaan seperti Astra dan Antam. "Kenapa yang dipilih PT Antam Tbk? Hal ini mengingat Antam sudah memiliki reputasi bagus dalam hal pengelolaan lingkungan," tambah Giwa.
Menurut Giwa, pihaknya juga sering melakukan studi banding ke perusahaan-perusahaan bonafide. Misalnya PT Indocement Tunggal Prakarsa maupun Astra. "Semakin banyak melihat contoh, mudah-mudahan tata kerja akan semakin bagus," ujar Giwa.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Asisten Manager Community and PR dari PT Antam Tbk Agus Sutiono menjelaskan, kunjungan dari PT ITM bertujuan mempelajari persiapan menuju pasca tambang dan pemanfaatan bekas lahan pertambangan.
PT Antam sendiri memang tidak meninggalkan bekas area tambang begitu saja.
Perusahaan pelat merah itu menjadikan bekas tambang menjadi kawasan agro, geo serta edutourism. Agus mengatakan, agro merupakan kondisi geografis di sekitar operasi Antam yang meliputi pertanian, peternakan, perkebunan dan lain-lain.
Sementara itu, Geo merupakan pemanfaatan bekas tambang underground menjadi sebuah objek yang sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan
"Edukasi berkaitan dengan kepentingan pelatihan-pelatihan. Dalam setahun Pongkor bisa menerima tiga ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kami menjadikan bekas tambang menjadi tourism," tutup Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




