Calon Jemaah Haji Yogyakarta Harus Menunggu Hingga 2038

Kamis, 5 Juli 2018 | 21:46 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Jemaah haji di Arab Saudi.
Jemaah haji di Arab Saudi. (AFP)

Yogyakarta - Daftar tunggu haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai tahun 2038, sehingga calon haji yang mendaftar pada 2018 akan diberangkatkan ke tanah suci pada jangka waktu 20 tahun mendatang.

"Daftar tunggunya panjang sekali ya memang yang berminat mendaftar semakin meningkat," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemag) DIY, Lutfi Hamid di Yogyakarta, Kamis (5/7).

Menurutnya Kemag hingga saat ini terus mengupayakan agar daftar tunggu yang terlalu panjang tersebut bisa diperpendek dengan mengupayakan tambahan kuota pada tahun-tahun mendatang.

"Kami selalu mencoba mencari celah agar (daftar tunggu haji) bisa diperpendek," ujar dia.

Ia mengemukakan sangat memungkinkan Kemag melakukan diplomasi dengan negara-negara lain yang jumlah kuota hajinya masih banyak tersisa.

Meski demikian, terangnya khusus bagi calon haji lanjut usia (lansia) dengan usia minimal 75 tahun dapat mengajukan prioritas percepatan keberangkatan.

"Yang melakukan percepatan itu untuk sementara didominasi warga di perkotaan, kalau di perdesaan khususnya di luar Jawa masih kesulitan mendapatkan akses itu belum lagi kalau ada gangguan jaringan," jelas dia.

Untuk keberangkatan tahun ini, Lutfi menyebutkan ada sebanyak 3.131 calon haji yang 25 orang diantaranya merupakan petugas daerah.

Mereka rata-rata telah mendaftar sejak 2011 lalu, namun demikian ada pula yang sudah mendaftar sejak 2008 namun baru bisa berangkat tahun ini karena beberapa hal.

"Untuk tahun ini haji lansia mencapai 20-25 persen dengan rentang usia 65-70 tahun ke atas," lanjut Lutfi.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan daftar tunggu yang terlalu lama tersebut merupakan realitas yang tidak bisa dihindari.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia tetap harus patuh dengan aturan kuota yang sudah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

"Tapi yakinlah mungkin besok ada upaya-upaya penambahan kuota. Seperti kita ketahui di luar negara muslim seperti Inggris atau Jepang rata-rata kuota hajinya sisa-sisa mungkin ada pembicaraan atau diplomasi agar Indonesia bisa menambah," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon