BNPB Optimalkan Upaya Evakuasi Pendaki di Rinjani
Senin, 30 Juli 2018 | 16:33 WIB
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, evakuasi para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani terus dioptimalkan. Lebih dari 180 personil gabungan dari TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah pihak lainnya dikerahkan pada evakuasi tersebut. Tim evakuasi yang berangkat juga membawa logistik bagi para pendaki. Meski diperkirakan, logistik yang dimiliki pendaki masih cukup.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi pendaki sehat, logistik juga mencukupi untuk kebutuhan makannya.
"Pendaki bisa berkomunikasi dengan pihak lain. Jika tim gabungan tiba di lokasi, maka akan disampaikan ke pendaki agar tetap tenang, nanti dipandu petugas untuk turun bersama-sama. Pendaki saat ini diminta tidak meninggalkan tempatnya," kata Sutopo dalam konferensi pers Penanganan Bencana Gempa 6,4 SR di Lombok Timur, di Graha BNPB, di Jakarta, Senin (30/7).
Para pendaki terjebak di lokasi pendakian pascagempa karena jalur pendakian tertutup material longsor.
Sutopo menjelaskan, saat gempa 6,4 SR pukul 05.47 WIB diperkirakan terdapat banyak pendaki yang berada di puncak Gunung Rinjani, di sekitar Danau Segara Anak dan KM 10 Pelawangan.
Saat gempa terjadi longsor dan batu-batu jatuh dari lereng atas. Pendaki merasakan guncangan keras dan terjadi kepanikan. Pendaki terjebak di Gunung Rinjani karena jalur pendakian berbahaya.
Satu pendaki meninggal dunia di Pelawangan atas nama Muhammad Ainul Taksim (26) mahasiswa asal Makassar. Laporan sementara korban tertimpa batu longsoran.
Taman Nasional Gunung Rinjani ditutup sejak, Minggu (29/7) hingga waktu yang tidak ditentukan. Evakuasi pendaki pun dilakukan sejak Minggu (29/7) pukul 08.00 WITA dari Sembulan. Jalur pendakian Rinjani dilalui melalui Senaru dan Sembalun. Pendakian Rinjani merupakan andalan, objek wisata dan diminati para pendaki dalam maupun luar negeri.
"Jumlah pendaki tidak dapat dipastikan, karena belum ada data pasti," ujarnya.
Dari data sementara, saat 27-28 Juli 2018 ada 829 pendaki, berhasil turun pada (29/7) pukul 23.30 WITA 680 pendaki terdiri dari 358 warga negara asing (WNA) dan 222 warga negara Indonesia (WNI), sehingga masih tersisa 149 pendaki.
Di lokasi lain, di KM 10 Sembalun ada 135 WNA dan 365 WNI dan Kawasan Batu Ceper 40 pendaki sehingga total 540. Dari data itu diperkirakan 689 pendaki masih berada di Gunung Rinjani.
Selain melalui darat, BNPB dan Basarnas lanjut Sutopo juga menyiapkan helikopter jika memang diperlukan untuk proses evakuasi.
Hingga, Senin (30/7) gempa Lombok Timur berkekuatan 6,4 SR menyebabkan 16 orang meninggal dunia, 355 luka-luka, 5141 mengungsi di dua titik pengungsian dan 1454 rumah rusak.
Gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer akibat aktivitas sesar naik Flores dan dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik. Hingga (30/7) telah terjadi 276 kali gempa susulan dengan intensitas yang semakin mengecil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




