Inilah Anatomi Virus Flame
Selasa, 29 Mei 2012 | 19:46 WIB
Berukuran 20MB dan berfungsi sebagai "mata-mata"
Kaspersky Lab berhasil menemukan "Flame", sebuah virus yang disebut-sebut sebagai virus terkompleks atau terumit di dunia, jauh lebih kuat dari Stuxnet - virus yang diduga dikembangkan oleh Barat dan Israel - yang sempat merusak sistem komputer nuklir Iran.
Perusahaan penghasil antivirus dunia asal Rusia itu menemukan "Flame" dalam sebuah penyelidikan yang dipesan oleh International Telecommunication Union (ITU).
Pengumuman Kaspersky itu disampaikan hanya beberapa bulan setelah Iran menyatakan berhasil menghentikan penyebaran sebuah virus yang menyasar server-server komputer di sektor minyaknya.
Dan entah kebetulan atau tidak, Kaspersky Lab sekali lagi menemukan virus itu di sejumlah sistem di Iran, daerah Palestina dan Israel, Sudah, Suriah, Libanon, Arab Saudi, dan Mesir.
Sementara Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky Lab, mengatakan jika dilihat dari sasaran dan wilayah populasi virus itu merupakan "senjata" yang dikirimkan oleh sebuah negara, meski belum diketahui negara mana yang berada di belakang virus itu.
"Berbeda dengan perang konvensional, negara dengan teknologi paling maju adalah negara yang paling rentan dalam perang seperti ini," Kaspersky di akun Twitter-nya.
Berikut ini adalah anatomi dari Flame:
Data-data utama:
Berukuran hingga 20MB (bandingkan dengan Stuxnet yang hanya 500KB).
Bisa menginfeksi sistem operasi Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7
Terdeteksi di Iran, Rusia, Mesir, Tepi Barat (Palestina), Libanon, Suriah, dan Sudan
Kemampuan Spionase:
Bisa mengambil gambar/mereka "screenshot"
Diam-diam merekam suara
Membaca ketikan pada Keyboard komputer
Mendeteksi 100 jenis program antivirus dan menghindarinya
Menciptakan database sendiri untuk menyimpan informasi yang dicuri
Berkomunikasi dengan server yang mengendalikan dan memberinya perintah melalui saluran yang tersandi
Saluran infeksi:
Melalui USB/flashdisc
Jaringan lokal
Bergerak sendiri dalam internet seperti 'worm" tetapi dikendalikan oleh pemiliknya
Kaspersky Lab berhasil menemukan "Flame", sebuah virus yang disebut-sebut sebagai virus terkompleks atau terumit di dunia, jauh lebih kuat dari Stuxnet - virus yang diduga dikembangkan oleh Barat dan Israel - yang sempat merusak sistem komputer nuklir Iran.
Perusahaan penghasil antivirus dunia asal Rusia itu menemukan "Flame" dalam sebuah penyelidikan yang dipesan oleh International Telecommunication Union (ITU).
Pengumuman Kaspersky itu disampaikan hanya beberapa bulan setelah Iran menyatakan berhasil menghentikan penyebaran sebuah virus yang menyasar server-server komputer di sektor minyaknya.
Dan entah kebetulan atau tidak, Kaspersky Lab sekali lagi menemukan virus itu di sejumlah sistem di Iran, daerah Palestina dan Israel, Sudah, Suriah, Libanon, Arab Saudi, dan Mesir.
Sementara Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky Lab, mengatakan jika dilihat dari sasaran dan wilayah populasi virus itu merupakan "senjata" yang dikirimkan oleh sebuah negara, meski belum diketahui negara mana yang berada di belakang virus itu.
"Berbeda dengan perang konvensional, negara dengan teknologi paling maju adalah negara yang paling rentan dalam perang seperti ini," Kaspersky di akun Twitter-nya.
Berikut ini adalah anatomi dari Flame:
Data-data utama:
Berukuran hingga 20MB (bandingkan dengan Stuxnet yang hanya 500KB).
Bisa menginfeksi sistem operasi Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7
Terdeteksi di Iran, Rusia, Mesir, Tepi Barat (Palestina), Libanon, Suriah, dan Sudan
Kemampuan Spionase:
Bisa mengambil gambar/mereka "screenshot"
Diam-diam merekam suara
Membaca ketikan pada Keyboard komputer
Mendeteksi 100 jenis program antivirus dan menghindarinya
Menciptakan database sendiri untuk menyimpan informasi yang dicuri
Berkomunikasi dengan server yang mengendalikan dan memberinya perintah melalui saluran yang tersandi
Saluran infeksi:
Melalui USB/flashdisc
Jaringan lokal
Bergerak sendiri dalam internet seperti 'worm" tetapi dikendalikan oleh pemiliknya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




