Wisata Digital Mengubah Wajah Gunung Kidul

Selasa, 25 September 2018 | 15:20 WIB
SL
B
Penulis: Sri Rejeki Listyorini | Editor: B1
Wisata Goa Pindul
Wisata Goa Pindul (Beritasatu Photo)

Menyebut kata Gunung Kidul, kebanyakan orang selalu membayangkan daerah yang tandus dan miskin. Namun, wajah Gunung Kidul kini telah berubah sejak bermunculan daerah-daerah wisata baru yang menjadi destinasi wisata digital, seperti Goa Pindul dan Teras Kaca.

Daerah wisata baru yang disebut sebagai instagramable itu telah berhasil membius wisatawan yang gemar ber-selfie ria. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Feb 2018, jumlah wisatawan ke Gunung Kidul dalam lima tahun ini meningkat pesat dari 616 ribu pada 2011 menjadi 2,99 juta pada 2016. Menurut Yudan Hermawan, Ketua Karang Taruna Desa Bajiharjo, jumlah wisatawan Gunung Kidul saat ini bahkan sudah lima kali lipat dibanding 2011.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA mendukung keberlangsungan pariwisata di Indonesia dengan membina sejumlah desa di Tanah Air, salah satunya Desa Wirawisata Goa Pindul. Sejumlah pelatihan (soft skill) dilakukan, antara lain pengelolaan keuangan, pemasaran wisata digital, kepemimpinan, layanan prima, standar pelayanan, pengelolaan dan penyajian makanan, dan team building.

"Ada sekitar 12 desa binaan BCA yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Belitung, dan Sumatera," kata Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA, Inge Setiawati dalam acara Kafe BCA on the Road, belum lama ini. Selain itu, BCA juga memberikan bantuan pengembangan sarana wisata, seperti perlengkapan keselamatan wisatawan (life jacket), toilet, pendopo dan joglo pengunjung, serta sarana parkir. BCA juga mendukung aktivitas Karang Taruna.

Goa Pindul mempunyai sensasi tersendiri bagi wisatawan karena untuk mengeksplor goa tersebut harus menggunakan ban pelampung, menyusuri sungai bawah tanah di dalam goa (cave tubing). Keindahan stalaktit di gua yang terletak di Desa Bejiharjo itu banyak di-uplaod di media sosial.

Yudan Hermawan menjelaskan, sejak Goa Pindul dikenal sebagai wisata digital yang sensasional, kehidupan masyarakat sekitar berubah, apalagi setelah dibina BCA melalui program Wirawisata. "Dulu masyarakat Gunung Kidul sebagian besar adalah petani dengan penghasilan sangat rendah. Bahkan, kalau musim kemarau mereka tidak bekerja. Sejak Goa Pindul banyak dikunjungi wisatawan, taraf hidup mereka naik," katanya.

Pelibatan masyarakat dalam pengembangan wisata daerah, kata dia, mampu membangkitkan ekonomi desa. Apalagi, konsep Wirawisata di Goa Pindul memberdayakan ibu-ibu PKK dalam penyediaan makanan untuk wisatawan dengan menyajikan makanan khas tradisional Gunung Kidul.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon