Membandingkan Elektabilitas Jokowi dan SBY Saat Pilpres

Minggu, 7 Oktober 2018 | 16:55 WIB
CP
WM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WM
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2017.
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan), di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2017. (Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta – Membandingkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), merupakan hal menarik. Sebab, Jokowi dan SBY pernah menjadi calon presiden dengan dan tanpa petahana.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (7/10). "Menjelang Pilpres 2004, Pak SBY bukan petahana, dan menjelang 2014, Pak Jokowi juga bukan petahana. Pak SBY dan Pak Jokowi punya tren elektabilitas unggul atas lawan-lawannya dan sampai hari H, mereka menang dalam Pilpres," kata Djayadi.

Mengacu data Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan SMRC, dalam pertanyaan top of mind atau terbuka, pada April 2004 elektabilitas SBY sebesar 38,1%, sedangkan Jokowi pada April 2014 meraih 33,5%. Menjelang 2019, menurut Djayadi, ada kecenderungan Jokowi selalu mengungguli lawan terdekat. Posisi Jokowi lebih baik dibandingkan dengan SBY.

"Pada Mei 2008, angka top of mind Pak SBY 24,7%, pada Mei 2018, Pak Jokowi raih 40,9%. Kalau lihat data ini, maka Pak Jokowi punya peluang lebih baik. Kalau tidak ada perubahan, logikanya, kemungkinan besar Pak Jokowi bisa memenangkan pertarungan Pilpres 2019, karena kenyataannya Pak SBY menang pada Pilpres 2009," ungkap Djayadi



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon