Pilpres 2019, Bagi Pendukung Prabowo Now or Never
Minggu, 7 Oktober 2018 | 21:32 WIB
Jakarta – Masyarakat dinilai akan banyak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Apalagi, Pilpres berlangsung serentak dengan Pemilu Legislatif (Pileg).
Antusiasme dan semangat lebih terasa di pendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo kembali berkompetisi dengan Joko Widodo (Jokowi), sama seperti Pilpres 2014.
"Ini pertarungan lama yang mengingatkan kembali masa-masa 2014, sehingga masyarakat jadi antusias, terutama di kalangan pemilih Pak Prabowo. Spiritnya akan bertambah. Now or never atau kalau enggak sekarang kapan lagi," kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Djayadi Hanan.
Hal itu disampaikan Djayadi seusai merilis hasil survei SMRC, di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (7/10). "Di kubu Pak Jokowi juga sama. Karena itu, angka golput tidak akan lebih banyak dibanding sebelumnya," ujarnya.
Pada bagian lain, menurutnya, kasus hoax atau kabar bohong yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet tidak akan berdampak signifikan kepada Prabowo. Sulit bagi pemilih Prabowo untuk mengalihkan dukungan kepada Jokowi. "Malah makin dibelain. Pemilih Pak Prabowo cenderung yang anti Pak Jokowi. Apapun yang dilakukan Pak Prabowo, punya pembenaran, sehingga tidak akan membuat pendukung lari," ucapnya.
Meski begitu, ia menyatakan, citra Prabowo bakal sedikit negatif akibat kasus Ratna. Hal ini menyulitkan meraih pemilih yang cenderung ke Jokowi, tapi masih bisa berubah. "Pengaruh kasus Ratna tergantung isu-isu apa yang berkembang setelahnya. Karena kasus ini tidak terkait langsung dengan hal fundamental seperti ekonomi," tegasnya.
Ia menambahkan, peluang Prabowo memenangkan Pilpres 2019 tetap masih terbuka. "’Belanda masih jauh’. Masih ada 6,5 bulan lagi jelang Pilpres. Semua bisa terjadi, tergantung strategi. Tergantung situasi ekonomi, politik, dan keamanan," imbuhnya.
Sementara itu, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman mengatakan, kasus Ratna sedikit banyak akan memengaruhi elektabilitas Prabowo. "Mungkin betul seperti disebutkan Mas Djayadi, pemilih Pak Prabowo tidak akan pindah. Tapi minimal orang-orang yang golput akan menutup diri dari kemungkinan memilih Pak Prabowo," ujar Andy.
Pada kesempatan yang sama, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi menyatakan, kampanye Pilpres bakal berlangsung menarik. "Kampanye harus gunakan seluruh nilai-nilai yang ada di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Kalau ada yang katakana ‘jangan gunakan isu ekonomi sebagai alat kampanye’, bagi saya itu sesuatu yang aneh," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




