GP Ansor Siagakan 2.000 Personel Amankan Kantor PBNU

Jumat, 26 Oktober 2018 | 14:23 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas atau Gus Yaqut (kedua kanan) dan Sekjen GP Ansor Abdul Rochman (Kedua kiri) saat konferensi pers di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/10).
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qaumas atau Gus Yaqut (kedua kanan) dan Sekjen GP Ansor Abdul Rochman (Kedua kiri) saat konferensi pers di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (24/10). (Beritasatu Photo/Yustinus Paat)

Jakarta - GP Ansor akan menyiagakan 2.000 anggotanya di sekitar gedung PBNU dan kantor GP Ansor di Jalan Kramat Raya sehubungan dengan informasi akan adanya aksi massa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta.

Pimpinan wilayah GP Ansor Jakarta Abdul Azis telah mengirimkan surat pemberitahuan menyiagakan anggota mereka kepada direktorat intelkam Polda Metro Jaya kemarin, Kamis (25/10).

Massa rencananya menggelar "Aksi Bela Kalimat Tauhid" di depan Kantor Kemko Polhukam, mulai pukul 13.00 WIB. Menurut surat pemberitahuan, aksi terkait insiden pembakaran bendara HTI, di Garut, Jawa Barat, itu akan diikuti 1.000 orang.

Aksi dipicu oleh pembakaran bendera HTI pada Hari Santri Nasional 22 Oktober lalu. GP Ansor membakar bendera organisasi yang dinyatakan terlarang tersebut. Namun, pembakaran tersebut berbuntut panjang karena HTI menggunakan kalimat tauhid yang dianggap suci di bendera mereka.

Ansor sendiri mengatakan bahwa pembakaran bendera adalah untuk memuliakan. GP Ansor menilai bendera yang dibakar oleh Banser adalah bendera HTI dan menolak secara tegas bahwa bendera HTI tersebut diidentikkan atau dinyatakan seakan-akan sebagai bendara tauhid milik umat Islam. Ansor telah meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Polri mengatakan siap melaksanakan pengamanan aksi massa di Kementerian Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemko Polhukam), Jakarta Pusat, hari ini. Sebanyak, 7.633 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon