BNPB Siapkan Analisis Data Bencana Alam
Selasa, 5 Juni 2012 | 11:45 WIB
"Data ini akan jadi baseline dan patokan bagi langkah penanggulangan bencana kita, bahkan dunia pun akan dapat menggunakan data ini."
Indonesia segera memiliki data analisis risiko bencana yang terintegrasi. Data yang berpatokan pada sensus penduduk nasional selama 10 tahun sekali itu dapat mengantisipasi risiko dan potensi kerugian dengan lebih komprehensif.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data analisis risiko bencana ini merupakan hasil kolaborasi BNPB dengan Badan Pusat Statistik dan the United Nation Population Fund (UNFPA). Data tersebut akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan strategi terkait kebencanaan.
"Data ini akan jadi baseline dan patokan bagi langkah penanggulangan bencana kita, bahkan dunia pun akan dapat menggunakan data ini," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam konferensi pers, Selasa (05/06)
Sutopo menjelaskan, dalam analisis ini dapat diketahui jumlah penduduk yang berada di daerah rawan bencana secara lebih akurat. Juga dapat mengetahui potensi korban dan pengungsi hingga ke tingkat terpencil.
Untuk menjaga agar data dan analisis tetap valid sebelum sensus 2020, BNPB akan tetap melakukan penyesuaian-pemyesuaian berdasarkan sensus sela BPS, sehingga rencana dan kebijakan yang diambil tetap valid dan akurat.
Sementara itu, Kepala Kantor UNFPA Indonesia, Jose Ferraris, mengatakan, meski saat ini analisis lengkap risiko bencana dari segi kependudukan baru dilakukan di tingkat provinsi, ke depannya akan dikembangkan dengan lebih detil ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan satuan terkecil lainnya.
Selain itu, menurutnya analisis ini juga akan memuat gambaran rinci penduduk, seperti jenis kelamin, usia dan tingkat pendapatan.
"Kita bisa perkirakan berapa jumlah wanita, anak-anak, orangtua, dengan data yang lengkap. Kita bisa merespon apa saja yang dibutuhkan sehingga bantuan kemanusiaan lebih tepat sasaran.
Indonesia segera memiliki data analisis risiko bencana yang terintegrasi. Data yang berpatokan pada sensus penduduk nasional selama 10 tahun sekali itu dapat mengantisipasi risiko dan potensi kerugian dengan lebih komprehensif.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data analisis risiko bencana ini merupakan hasil kolaborasi BNPB dengan Badan Pusat Statistik dan the United Nation Population Fund (UNFPA). Data tersebut akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan strategi terkait kebencanaan.
"Data ini akan jadi baseline dan patokan bagi langkah penanggulangan bencana kita, bahkan dunia pun akan dapat menggunakan data ini," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam konferensi pers, Selasa (05/06)
Sutopo menjelaskan, dalam analisis ini dapat diketahui jumlah penduduk yang berada di daerah rawan bencana secara lebih akurat. Juga dapat mengetahui potensi korban dan pengungsi hingga ke tingkat terpencil.
Untuk menjaga agar data dan analisis tetap valid sebelum sensus 2020, BNPB akan tetap melakukan penyesuaian-pemyesuaian berdasarkan sensus sela BPS, sehingga rencana dan kebijakan yang diambil tetap valid dan akurat.
Sementara itu, Kepala Kantor UNFPA Indonesia, Jose Ferraris, mengatakan, meski saat ini analisis lengkap risiko bencana dari segi kependudukan baru dilakukan di tingkat provinsi, ke depannya akan dikembangkan dengan lebih detil ke tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan satuan terkecil lainnya.
Selain itu, menurutnya analisis ini juga akan memuat gambaran rinci penduduk, seperti jenis kelamin, usia dan tingkat pendapatan.
"Kita bisa perkirakan berapa jumlah wanita, anak-anak, orangtua, dengan data yang lengkap. Kita bisa merespon apa saja yang dibutuhkan sehingga bantuan kemanusiaan lebih tepat sasaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




