39 Orang Ditangkap di Papua, Situasi Kondusif
Sabtu, 1 Desember 2018 | 19:27 WIB
Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) melansir situasi Kamtibmas di Papua khususnya pada Sabtu 1 Desember ini.
Setiap tanggal 1 Desember memang selalu diperingati sebagai hari bersejarah bagi orang Papua karena mereka yakin 1 Desember 1961 menjadi lahirnya embrio negara Papua Barat.
"Kelompok KNPB (Komite Nasional Papua Barat) masih kondusif karena sejak Jumat (30/11), seluruh jajaran sudah melaksanakan kegiatan cipta kondisi berupa patroli dan razia di titik kumpul KNPB," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui keterangan, Sabtu (1/12).
Namun jenderal bintang satu ini mengakui sejak pagi tadi ada beberapa kegiatan KNPB yang menonjol yang kini sedang ditangani oleh Polresta Jayapura dan Polres Asmat.
Di Polresta Jayapura kegiatan KNPB yang dibubarkan ada di tiga titik yaitu di Abepura (diperiksa 7 orang) di Jayapura Utara di Dok 8 (diperiksa 7 orang), dan di Padang Bulan, KNPB melakukan long march dan berhasil dibubarkan.
"Ada 25 peserta yang dibawa ke polresta dari sana. Jadi jumlah saat ini yang sedang diambil keterangannya adalah sebanyak 39 orang. Kalau tidak terbukti makar akan kami pulangkan," urainya.
Sedangkan di Polres Asmat, tim gabungan Polri dan TNI membubarkan kegiatan KNPB di kantor sekretariat di Distrik Fayit, Kampung Waras. Namun pada saat pembubaran kantor sekretariat malah terbakar.
"Kami sudah perintahkan untuk cek pelaku pembakaran karena semua melarikan diri ke hutan. Alat bukti yang berhasil diamankan antara lain spanduk bertuliskan ULMWP (The United Liberation Movement for West Papua)," lanjutnya.
Juga kain bergambar yang dicat menyerupai Bintang Kejora. Polisi kini mencari pelaku pembakaran di Kantor Sekretariat KNPB Asmat. Polisi juga melakukan penggalangan terhadap tokoh gereja baik Katolik maupun Protestan untuk tidak mendukung kelompok KNPB.
Polisi juga berkoordinasi dengan BIN dan Kodam XVII Cendrawasih untuk melakukan backup.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




