Temui Ulama dan Santri di Jombang

Tahun Politik, Jokowi Tidak Lagi Beri Hadiah Sepeda

Selasa, 18 Desember 2018 | 15:53 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara)

Jombang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. Rasa persaudaraan di tengah keberagaman harus senantiasa dijunjung tinggi.

"Pada kesempatan yang baik ini hanya titip, marilah kita jaga bersama-sama persatuan kita," kata Presiden saat bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, dan santri di Pondok Pesantren (ponpes) Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Selasa (18/12).

"Kita jaga ukhuwah kita. Kita jaga persaudaraan kita. Kita jaga kerukunan kita baik antarsuku, antaragama, antaradat yang berbeda, antartradisi yang berbeda," ujar Presiden.

Menurut Presiden, masyarakat jangan sampai melupakan persatuan tersebut. Sebab terkadang, hanya karena perbedaan pilihan bupati, karena pilihan wali kota, karena pilihan gubernur, dan presiden, komponen bangsa agak terpecah-pecah.

Padahal, lanjut Presiden, pesta demokrasi lima tahunan terus berlangsung.

"Jangan sampai karena pesta demokrasi, karena pilihan-pilihan yang berbeda tersebut menyebabkan kita tidak rukun," ungkapnya.

Presiden sempat berdialog dengan perwakilan santri di antaranya Gusti Muhammad Firdaus. Gusti telah enam tahun menimba ilmu di Ponpes Darul Ulum.

Presiden meminta Gusti menyebutkan empat suku dan daerahnya.

"Suku Dayak di Kalimantan. Suku Jawa di Pulau Jawa. Suku Banjar di Kalimantan. Suku Madura di Pulau Madura," jawab Gusti.

Presiden menyatakan, dirinya tak bisa memberikan sepeda sebagai hadiah.

"Karena ini tahun politik memberi sepeda tidak boleh. Tidak boleh oleh aturan KPU. Kalau boleh sudah saya kasih sepeda tadi. Jadi memang aturan itu harus kita jalankan," jelas Presiden.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon