TPNPB-OPM Mengaku Bertanggung Jawab Atas Kasus Penembakan di Papua
Jumat, 1 Februari 2019 | 13:00 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawabpenuh atas kasus penyerangan dan penembakan di Pos TNI Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrawan) di Mapenduma, pada Kamis (31/1) pagi. Akibat penembakan tersebut, seorang anggota TNI dari Yonif 751/Raider, Sentani, Jayapura, Prada La Ode Majid, terluka tembak di bagian bahu kanan.
"Kami bertanggung jawab atas penembakan tersebut," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Seby Sambom melalui saluran telepon dari Port Moresby, Papua Nugini, Jumat (1/2) pagi.
Seby Sambom mengatakan, TPNPB di bawah kontrol OPM akan tetap terus melakukan perlawanan sampai tuntutan mereka dipenuhi. Salah satu tuntutan itu adalah menginginkan Papua merdeka.
Menurut Seby Sambom, pada tanggal 31 Januari 2019, TPNPB-OPM juga sudah melakukan konperensi pers di Port Moresby, Papua Nugini. Dalam konferensi pers itu, TPNPB-OPM menyampaikan tiga hal penting terkait penyelesaian masalah Papua.
Pertama, masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Nduga yang harus diusut tuntas, pernyataan politik OPM, dan soal terbentuknya tim negosiasi dari berbagai elemen untuk berbicara dengan pemerintah Indonesia.
"Kami sudah umumkan secara resmi dan disiarkan langsung oleh televisi nasional di PNG," kata Seby Sambom.
Konferensi pers, kata Seby Sambom, dihadiri beberapa gubernur di PNG yang mendukung gerakan TPNPB-OPM, wakil duta besar Ameriksa Serikat di PNG.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




