Survei: Caleg Pendatang Baru Ancam Dominasi Petahana di Dapil DKI
Senin, 18 Februari 2019 | 22:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Calon-calon anggota legislatif (caleg) petahana masih mendominasi tiga daerah pemilihan (dapil) di DKI Jakarta. Tetapi, mereka juga harus bersaing dengan caleg-caleg pendatang baru yang mampu mengimbangi elektabilitas petahana.
Hal itu tergambar dari hasil survei Y-Publica yang dirilis di Jakarta, Senin (18/2/2019). "Y-Publica melakukan survei untuk menangkap persepsi calon pemilih terhadap tingkat pengenalan, kesukaan, dan keterpilihan caleg di tiga dapil DKI Jakarta," kata Direktur Eksektufi Y-Publica Rudi Hartono pada peluncuran hasil survei di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta.
Di dapil DKI Jakarta 1 (Jakarta Timur) ada nama-nama caleg petahana, seperti Eko Patrio (PAN), Bambang Atmanto Wiyogo (Partai Golkar), dan Mardani Ali Sera (PKS). "Imam Nahrawi yang sebelumnya caleg terpilih pada Pemilu 2014 dan masuk kabinet sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga bertengger pada puncak elektabilitas di dapil ini," kata Rudi.
Di dapil DKI 2 (Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan) ada Hidayat Nur Wahid (PKS) yang juga memuncaki elektabilitas, Biem Benjamin (Partai Gerindra), Erika Sotarduga (PDIP), Masinton Pasaribu (PDIP), dan Okky Asokawati (pindah dari PPP ke Partai Nasdem). Lalu, di dapil DKI 3 (Jakarta Barat dan Jakarta Utara) ada nama Haji Lulung (pindah dari PPP ke PAN), Charles Honoris (PDIP), Adang Daradjatun (PKS), Darmadi Durianto (PDIP), Ahmad Sahroni (Partai Nasdem), Effendi Simbolon (PDIP), dan Saraswati Djojohadikusumo (Partai Gerindra, pindah dari dapil Jateng IV).
Untuk caleg pendatang baru di dapil DKI 1, ada nama-nama, seperti Habiburakhman (Partai Gerindra), Panda Nababan (PDIP), Rian Ernest (PSI), Chicha Koeswoyo (PDIP), Wanda Hamidah (Partai Nasdem), dan Yusuf Mujenih (PKB).
Di dapil DKI 2 ada Tsamara Amany (PSI), Himmatul Aliyah (Partai Gerindra), Puput Novel (Partai Golkar), Taufiqurrahman (Partai Demokrat), dan Ahmad Iman (PKB). Di dapil DKI 3 ada Grace Natalie (PSI) dan Andi Rukman Nurdin (Partai Golkar), selain Yusril Ihza Mahendra yang memuncaki elektabilitas.
"Secara umum masih banyak yang belum menentukan pilihan atau tidak mengenali nama-nama caleg. Hal ini sekaligus merupakan peluang maupun tantangan bagi caleg untuk menambah elektabilitas," kata Rudi.
Caleg-caleg pendatang baru, menurut Rudi, juga mampu bersaing dengan caleg-caleg petahana dalam tingkat pengenalan dan kesukaan. "Sebut saja, di dapil DKI 1, ada Imam Nahrawi dan Habiburakhman yang paling dikenal. Di dapil DKI 2, ada Tsamara Amany, sedang di dapil DKI 3, ada Yusril Ihza Mahendra dan Grace Natalie," ujar Rudi.
Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di tiga dapil DKI. Jumlah responden masing-masing dapil sebanyak 800 orang yang mewakili setiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error 3,5% dan tingkat kepercayaan 95%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




