Disebut Sudirman Lakukan Pertemuan Rahasia, Ini Jawaban Jokowi

Rabu, 20 Februari 2019 | 21:38 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi (kiri ke kanan) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin, Jaksa Agung M Prasetyo dan Mensesneg Pratikno memberikan keterangan terkait pelunasan divestasi PT Freeport Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Desember 2018.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi (kiri ke kanan) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin, Jaksa Agung M Prasetyo dan Mensesneg Pratikno memberikan keterangan terkait pelunasan divestasi PT Freeport Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Desember 2018. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Jokowi menanggapi pernyataan mantan Menteri ESDM yang kini menjadi timses Prabowo-Sandi Sudirman Said, bahwa dirinya pernah diam-diam bertemu petinggi Freeport James Moffatt.

Jokowi menyatakan bahwa, tidak seperti klaim dari Sudirman Said, dirinya selalu terbuka bertemu dengan siapapun. Termasuk dengan bos Freeport.

"Tak sekali dua kali ketemu. Gimana sih kok (dikatakan) diam-diam? Ya ketemu bolak-balik, enggak ketemu sekali dua kali saja," kata Jokowi, Rabu (20/2/2019).

Pada pertemuan dengan Moffatt, tentu yang dibahas adalah soal perpanjangan kontrak yang dimintakan oleh pihak Freeport.

"Pertemuan bolak-balik memang yang diminta perpanjangan. Terus apa?" katanya.

Kata Jokowi, dalam setiap pertemuan, tentu saja akan berbicara dan tidak diam-diaman. Ketemu dengan bos Freeport yang saat inipun, dikatakan Jokowi, adalah hal biasa baginya. Yang jelas, sebagai presiden, Jokowi tak pernah menitip kepentingan pribadi. Kepentingannya sebagai presiden adalah memastikan Indonesia mendapat jatah saham 51 persen.

"Ya kita ini kan diminta untuk perpanjangan, diminta untuk perpanjangan. Tapi sejak awal saya sampaikan, bahwa kita memiliki keinginan itu (untuk menguasai 51 persen saham), masa tak boleh?" kata Jokowi.

Untuk diketahui, tahunan menjabat Menteri ESDM, Sudirman Said gagal memastikan Indonesia memperoleh saham 51 persen. Setelah digantikan oleh Jonan, saham 51 persen Freeport itu berhasil diperoleh.

Dari era Soeharto sampai SBY, jatah saham Indonesia selalu minoritas atas 'gunung tembaga' di Pegunungan Grasberg Papua yang dikelola Freeport itu. Era kepemimpinan Jokowi mengakhirinya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon