Alasan Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Kamis, 21 Februari 2019 | 16:24 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Acara peluncuran layanan eksklusif Axa Mandiri di Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Acara peluncuran layanan eksklusif Axa Mandiri di Jakarta, Kamis (21/2/2019). (Beritasatu Photo/Indah Handayani)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengobatan terhadap penyakit bukanlah hal yang murah, terkadang membutuhkan biaya yang sangat menguras kantong. Untuk itu, menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat nenrupakan hal penting. Tak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai salah satu upaya preventif atau pencegahan.

Dokter dari situs klikdoktor, dr Maria Dewi Indrawati SKed, mengatakan, mahalnya pengobatan penyakit saat ini membuat berkembangnya tren preventif di tengah masyarakat. Sebab, hal itu lebih kecil pengeluaranya dibandingkan dengan pengobatan ketika sakit. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up secara rutin.

"Namun, sayangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan itu masih sangat rendah," ungkap Dewi di sela peluncuran layanan eksklusif Axa Mandiri di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut Dewi, masyarakat baru memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan apabila dalam keluarganya ada riwayat penyakit atau dia bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi. Padahal, ada beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan medical check up karena dapat dideteksi lebih awal.

"Misalnya saja penyakit jantung dan prostat untuk pria, sedangkan wanita melakukan pemeriksaan payudara dan rahim. Mengingat penyakit-penyakit tersebut menjadi pembunuh ternlbanyak untuk pria dan wanita. Sebaiknya baik pria maupun wanita melakukan pemeriksaan kesetan dimulai sejak 35 tahun dan dilakukan setiap tahun," papar dr Dewi.

Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G Kusuma, mengatakan, berdasarkan survei Mercer Marsh Benefits pada 2018 Medical Trend Around the world menyebutkan biaya rumah sakit termasuk ruang operasi, ruang rawat inap dan biaya sewa peralatan rawat inap, merupakan ongkos termahal dalam komponen total biaya pengobatan yakni mengambil porsi 21  persen.

Selain itu, survei tersebut juga menyebutkan bahwa peningkatan biaya pengobatan Indonesia pada 2018 sebesar 33,6 persen, lebih tinggi dibanding Malaysia (12,5 persen) dan Singapura (9,19 Persen). Sementara, rata-rata di Asia diperkirakan 10 persen.

"Berdasarkan fakta tersebut, asuransi kesehatan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat untuk dapat menjalani pemulihan kesehatan, tanpa khawatir mengenai biaya yang timbul, karena risiko tersebut akan dialihkan kepada perusahaan asuransi," jelas Handojo.

Handojo menambahkan, pihaknya pun terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanannya, kali ini dengan menghadirkan layanan eksklusif AXA Mandiri yang dipersembahkan khusus untuk nasabah private AXA Mandiri.

"Melalui layanan ini, nasabah akan mendapatkan kenyamanan lebih dan pendampingan secara khusus, sehingga dapat fokus pada pemulihan kesehatannya. Layanan ini juga dapat dinikmati di sejumlah rumah sakit berjaringan ternama di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Tiongkok," tambah Handojo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon