Presiden Jokowi Saksikan Panen Jagung di Gorontalo Utara

Jumat, 1 Maret 2019 | 14:56 WIB
CP
JM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: JEM
Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan petani saat panen raya jagung di Perhutanan Sosial, Ngimbang, Tuban, Jawa Timur, 9 Maret 2018.
Presiden Joko Widodo (tengah) berdialog dengan petani saat panen raya jagung di Perhutanan Sosial, Ngimbang, Tuban, Jawa Timur, 9 Maret 2018. (Antara/Zabur Karuru)

Gorontalo Utara, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan langsung panen jagung di Desa Botuwombato, Gorontalo Utara, Jumat (1/3/2019). Jokowi menyambut positif meningkatnya produktivitas jagung di Gorontalo. Menurut Jokowi, produksi jagung petani Gorontalo sebelumnya hanya 650.000 ton.

"Sekarang sudah bisa ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang banyak sekali. Ke depan produksi jagung per hektare yang sekarang 8 sampai 9 ton, diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare," kata Jokowi dalam sambutannya.

Pada 2018, petani jagung Gorontalo mampu menghasilkan 1,5 juta ton, dan mengekspor 113.000 ton. Secara nasional, menurut Jokowi, Indonesia sudan mampu mengekspor 380.000 ton.

Jokowi menyatakan, produksi petani melimpah memang akan menyebabkan harga turun. Karenanya, pemerintah mendorong ekspor untuk menstabilkan harga.

Pada kesempatan itu, Jokowi sempat berdialog dengan petani. Petani mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk. Jokowi menyatakan, distribusi pupuk memang masih menemui kendala.

"Kadang-kadang terlalu banyak di sebuah provinsi, kurang di provinsi lain. Memang diperlukan tambahan kapasitas untuk produksi pupuk kita," ujar Jokowi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap, target produksi nasional pada 2019 mencapai 33 juta ton, dan ekspor sebesar 500.000 ton. Lumbung jagung nasional seperti Jawa Timut, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, termasuk Gorontalo akan dioptimalkan.

"Selain ditarget akan produksi 1,7 juta ton, tahun ini Gorontalo juga didorong untuk ekspor sebesar 150.000 ton," ungkap Amran. Berbagai program telah dijalankan dan tetap dimaksimalkan.

Misalnya seperti intensifikasi lahan dengan benih unggul gratis agar produktivitas lebih baik, termasum ekstensifikasi lahan atau perluasan lahan. Selain itu, sistem tumpangsari, dan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan). 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon