Banjir, BPN Pertanyakan Standar Tol Madiun

Jumat, 8 Maret 2019 | 12:47 WIB
HS
B
Penulis: Hotman Siregar | Editor: B1
Banjir merendam jalan Tol Madiun dari arah Surabaya di Km 604 sampai 603.
Banjir merendam jalan Tol Madiun dari arah Surabaya di Km 604 sampai 603.

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengaku heran dengan kubu petahana yang menyebut bahwa banjir yang menggenangi tol Madiun akibat faktor cuaca.

Menurut Suhendra Ratu Prawiranegara, yang harus dipertanyakan terkait kondisi ini adalah apakah rancang-bangun atas jalan tol tersebut sudah memenuhi semua aspek.

"Ini apakah sudah semua aspek terpenuhi? Khususnya aspek teknis atas ruas tol tersebut apakah sudah sesuai dengan Norma, Standar, Pedoman dan Manual (NSPM) untuk sebuah bangunan (konstruksi) jalan tol?" ujar Suhendra Ratu Prawiranegara, Jumat (8/3/2019).

"Jadi sangat keliru dan lebih sesat lagi pemikiran para pihak yang mengaitkan analisis kami dengan mencari pembenaran faktor alam akibat curah hujan tinggi dan jebolnya sungai dekat jalan tol tersebut," tambah Suhendra Ratu Prawiranegara.

Suhendra Ratu Prawiranegara menjelaskan, salah satu standar dan ketentuan jalan tol tidak boleh ada genangan air berlebih (banjir), karena begitulah ketentuan bagi jalan tol (highway) di negara mana pun. Karena dari sisi keselamatan akan membahayakan bagi pengguna jalan tol.

"Karena jalan tol berbeda dengan jalan umum biasa. Ada NSPM dan SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang harus dipenuhi," kata Suhendra Ratu Prawiranegara.

Menurut Suhendra Ratu Prawiranegara, masalah teknis yang harus dipenuhi dalam pembangunan jalan tol tidak bisa dikaitkan dengan faktor alam karena kedua hal tersebut berbeda perspektif dan logiknya.

"Jadi kritik saya buat pengkritik yang mengatakan kami sesat berpikir, sebaiknya kembali jernihkan pikiran dan hati sebelum komentar. Hingga tidak terkesan ngawur dan asbun, menuduh orang lain sesat pikir," terangnya.

Sehubungan dengan itu, Suhendra Ratu Prawiranegara yang juga mantan staf khusus Menteri PU dan Menteri PUPR meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat seluruh aspek teknis maupun non teknis mengenai peristiwa ini. "Bukan malah menyalahkan pendapat analisis berpikir orang lain," tandas Suhendra Ratu Prawiranegara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon