Pekan Depan, Jokowi Akan Hadiri Deklarasi “Alumni Jogja Satukan Indonesia”

Rabu, 13 Maret 2019 | 21:12 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Beritasatu Photo/Novy Lumanauw)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin terus bergulir bak bola salju. Kal ini giliran "alumni Jogja Satukan Indonesia" yang akan menyelenggarakan deklarasi bertema "Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan".

Deklarasi akan digelar pada Sabtu (23/3/2019) di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Acara berlangsung pagi hingga siang hari antara pukul 08.00-13.00 WIB. Acara yang diperkirakan dihadiri sekitar 30.000-an orang itu akan dihadiri langsung oleh Jokowi.

Dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (13/3/2019), Ketua Panitia Alumni Jogja Satukan Indonesia, Ajar Budi Kuncoro menyebutkan alasan para alumni Yogyakarta terinspirasi untuk mengadakan acara akbar ini.

Pertama, kata dia, Yogyakarta adalah kota atau locus yang merefkeksikan keindonesiaan dengan relatif cukup lengkap. Pemuda dan pemudi dari Sabang sampai Merauke berbaur menempuh pendidikan di kota ini untuk mengasah intelektualitas dan integritas.

Kedua, Yogyakarta adalah oase bagi kehidupan yang beragam, binneka, tetapi tetap satu dalam ikatan kebangsaan. Ketiga, "Alumni Jogja" adalah warga masyarakat yang sedang, pernah merasakan, dan mengalami perjuangan saat membangun karakter diri dan komitmen sosial dalam dinamika keberagaman dan keharmonisan.

"Para alumni ini akan merekonstruksi memori sekaligus mengkonversinya menjadi gerakan kebudayaan yang beradab," ujar Budi Kuncoro. Alasan keempat, konkretisasi dari peneguhan gerakan kebudayaan yang beradab itu ada dalam diri sosok Jokowi, pemimpin yang sudah, sedang, dan akan terus merealisasikan cita-cita negara yang berkebudayaan itu dalam program pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat.

Alasan kelima, deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia ini adalah momentum yang bertujuan menggaungkan spirit pentingnya kehadiran figur yang dapat mempersatukan dan menyejahterakan rakyat dalam perspektif kebudayaan, terutama memanusiakan manusia dalam visi pembangunannya.

"Konsep tentang 'Alumni Jogja' ini tidak secara ketat merujuk pada teks 'alumni' dalam konteks akademis. Maka, mereka yang bisa ikut perhelatan ini semua lapisan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya atau kawasan lain, yang pernah atau sedang memiliki persentuhan dengan Jogja atau Yogyakarta, karena faktor pendidikan, domisili, perkawinan, urusan pekerjaan dan berbagai alasan lain. Maka, kepesertaan dalam acara ini memiliki kelenturan selaras dengan spirit Yogyakarta sebagai 'Indonesia Mini' yang mampu mengakomodasi semua kalangan," ujarnya.

Dijelaskan pula, prosesi kedatangan Jokowi akan unik dan berbeda dibanding ketika menghadiri deklarasi di kawasan atau kota lain. Begitu sampai di Bandara Adisucipto, Jokowi langsung menuju Stasiun Lempuyangan naik KA Prameks.

"Dari stasiun tertua di Yogyakarta itu, Jokowi kemudian menaiki sepeda ontel bersama dengan ratusan anggota komunitas sepeda ontel menuju ke Stadion Kridosono yang jaraknya kurang dari 500 meter. Di stadion, Jokowi dan rombongan akan disambut oleh 50 rangkaian kesatuan bregodo (brigade) seni keprajuritan rakyat, reog, dan kuda lumping. Uniknya, 100 seniman kuda lumping itu memakai topeng wajah Jokowi," ujar Budi.

Budi Kuncoro menambahkan bahwa deklarasi ini juga akan disemarakkan dengan flashmob Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, serta band legendaris God Bless, yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono dan lainnya. Juga ada grup NDX yang memiliki pangsa penggemar tersendiri di Yogyakarta dan sekitarnya.

Menjelang pidato puncak oleh Jokowi, akan disampaikan deklarasi dukungan yang diwakili oleh aktor kawakan Slamet Raharjo dan Butet Kertarajasa serta didampingi oleh santriwati pemilih pemula. Figur-figur ini menjadi potongan representasi kekayaan dan keberagaman wajah Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia, rumah bagi semua.

"Pendekatan seni dan budaya akan sangat kental dalam perhelatan ini. Para pengisi acara akan memadukan seni dan budaya tradisonal serta seni dan budaya modern sebagai potret keberagaman budaya yang ada di Yogyakarta," kata Budi.

Di dalam dan sekitar stadion juga akan dikondisikan sebagai sebuah "pasar tiban" yang melibatkan para pelaku usaha ekonomi kecil dan mikro. Panitia Alumni Jogja Satukan Indonesia tidak menyeret publik pada satu pusaran pemahaman tentang berpolitik yang mengarah pada potensi konflik dan tegangan, namun lebih mengedepankan pada upaya memanusiakan manusia Indonesia lewat atmosfir seni dan budaya yang menghangatkan relasi antarwarga.

Budi Kuncoro mengharapkan bahwa acara Deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia terlaksana dalam suasana ceria, aman, damai, penuh dengan persaudaraan, kekeluargaan, dan persatuan. Demi keamanan, ketertiban dan lancarnya acara peserta diharapkan mematuhi tata tertib yang sudah dibuat oleh panitia, antara lain tidak membawa anak-anak.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon