SMRC: Peluang Jokowi 2 Periode Terbuka Lebar
Minggu, 17 Maret 2019 | 18:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tingkat elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) selalu berada di atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) sejak September 2018. Peluang Jokowi sebagai calon presiden (capres) petahana memenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 semakin terbuka lebar.
"Calon petahana yang selalu di atas, selalu berakhir sebagai pemenang. Kalau tidak ada peristiwa luar biasa, kemungkinan petahana menang cukup besar. Apakah satu bulan cukup waktu adanya perubahan? Ya bisa saja," kata Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan saat merilis survei SMRC di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (17/3/2019).
Djayadi mengungkap, pada September 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 60,4 persen, Desember 2018 menurun menjadi 55,3 persen, Januari 2019 berada pada angka 54,9 persen, dan Februari 2019 naik lagi pada 57,6 persen. Sementara Prabowo-Sandi pada September 2018 (29,8 persen, Desember 2018 (34,2 persen), Januari 2019 (32,1 persen), dan Februari 2019 (31,8 persen).
Dibanding Januari 2019, tren dukungan dalam simulasi dua pasangan untuk Jokowi-Ma'ruf cenderung meningkat, sedangkan Prabowo-Sandi tidak banyak berubah, bahkan sedikit menurun. Jika dilihat dalam kurun sejak penetapan pasangan pada September 2018, lanjut Djayadi, Jokowi-Ma'ruf awalnya sudah menyentuh 60 persen, tetapi tiga bulan kemudian turun jadi 55 persen.
Sekitar tiga bulan kemudian kembali menguat ke angka 58 persen. "Lepas dari fluktuasi itu, gap antara pasangan 01 (Jokowi-Ma'ruf) dan 02 (Prabowo-Sandi) selalu 20 persen atau lebih tinggi. Pada September 2018, gap itu 30 persen, lalu mengecil pada Desember menjad 20 persen, kembali naik Januari jadi 23 persen, dan Februari 26 persen," ucap Djayadi.
Survei dilaksanakan pada 24 Februari-5 Maret 2019 di 34 provinsi. Jumlah responsen 2820, tapi yang mau menjawab hanya 2479 orang atau 88 persen. Dengan metode sampel simple random sampling, angka margin of error plus minus 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. "Intinya secara metodologis, datanya representatif bisa dipertanggungjawabkan," ujar Djayadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




