DKP Seluma Perketat Pengawasan Kapal Trawl

Senin, 18 Maret 2019 | 09:03 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Polisi memantau kapal nelayan pengguna Trawl yang dibakar nelayan tradisional di perairan Pantai Tapak Paderi, Bengkulu, Kamis (14/3/2019). Sebanyak dua kapal nelayan pengguna alat tangkap pukat harimau atau trawl dibakar di tengah perairan sekitar Malabero sebagai bentuk protes atas masih banyaknya kapal trawl tersebut beroperasi di perairan Bengkulu.
Polisi memantau kapal nelayan pengguna Trawl yang dibakar nelayan tradisional di perairan Pantai Tapak Paderi, Bengkulu, Kamis (14/3/2019). Sebanyak dua kapal nelayan pengguna alat tangkap pukat harimau atau trawl dibakar di tengah perairan sekitar Malabero sebagai bentuk protes atas masih banyaknya kapal trawl tersebut beroperasi di perairan Bengkulu. (ANTARA FOTO/David Muharmansyah)

Bengkulu, Beritasatu.com - Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Seluma, Bengkulu, memperketat pengawasan kapal trawl yang beroperasi di perairan daerah ini.

"Meski sampai sekarang belum ditemukan kapal trawl beroperasi di perairan laut Seluma, tetapi kami tetap melakukan pegawasan yang ketat terhadap penggunaan alat tangkap terlarang tersebut oleh nelayan daerah ini," kata Kepala DKP Seluma, Emazaili, di Bengkulu, Senin (18/3/2019).

Ia mengatakan, DKP Seluma dalam mengawasi penggunaan kapal trawl oleh nelayan setempat bekerja sama dengan pihak Pos TNI Angkatan Laut (Lanal) yang bermarkas di Desa Pasar Seluma.

"Saat ini kita belum menemukan kapal trawl beroperasi di perairan laut Seluma, tetapi kami tetap melakukan pengawasan yang ketat bersama petugas TNI AL agar tidak kecolongan," ujarnya.

Emazaili menambahkan, untuk memaksimalkan pengawasan perairan laut Seluma, pihaknya telah menyerahkan bantuan satu unit perahu karet kepada Pos TNI AL Seluma. "Kita harapkan dengan disiapkan perahu karet petugas TNI AL akan lebih mudah mengawasi keberadaan kapal trawl di daerah ini ke depan," ujarnya.

Dengan demikian, tidak ada celah bagi nelayan Seluma untuk menggunakan alat tangkap trawl dalam mencari ikan di perairan daerah ini.

Selain itu, pihaknya juga mengajak nelayan setempat untuk bersama-sama mengawasi kapal trawl di daerah ini. Hal ini dilakukan agar perairan laut Seluma bebas dari keberadaan kapal trawl.

Sebab, jika kapal trawl masih beroperasi di perairan Seluma, dikhawatirkan akan terjadi bentrok di laut antara nelayan trawl dengan nelayan tradisional setempat.

Karena itu, DKP Seluma ketat melakukan pengawasan terhadap penggunaan kapal trawl di perairan laut daerah ini. Sebab, jika terjadi bentrok antara nelayan trawl dengan nelayan tradisional dampaknya akan meluas.

"Jadi, sebelum hal ini terjadi kita sudah melakukan antisipasi dengan memperketat pengawasan kapal trawl bersama TNI AL. Kita akan tegas terhadap kapal trawl bila tertangkap akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon