TKN Nilai Ide Badan Riset Nasional Maruf Adalah Terobosan

Senin, 18 Maret 2019 | 10:07 WIB
CP
WP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WBP
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin memaparkan visi dan misi saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019.
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin memaparkan visi dan misi saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Maret 2019. (SP/Joanito De Saojoao./SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com – Gagasan riset nasional yang disampaikan calon wakil presiden (cawapres) 01, KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu upaya memajukan Indonesia di masa mendatang. Melalui riset, generasi muda mendapatkan ruang mengembangkan kemampuan.

"Riset merupakan ukuran kemajuan sebuah bangsa. Integrasi lembaga riset dalam satu Badan Riset Nasional guna menjawab 10-year challenge merupakan langkah terobosan," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Senin (18/3/2019).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tersebut menyatakan, ide Ma'ruf memaparkan program riset nasional, sangat mencerahkan.

Hasto Kristiyanto juga memuji istilah yang digunakan Ma'ruf. Misal untuk kesehatan, gagasan terhadap pentingnya penghormatan terhadap profesi tenaga medis, namun pada saat bersamaan menegaskan komitmen negara hadir adalah solusi penyempurnaan progran BPJS dengan coverage (cakupan) yang luas.

Sementara menurut Hasto Kristiyanto, cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat terkesan banyak mengeritik program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Sandi hanya terpaku pada kritik atas program Jokowi tanpa diferensiasi program, dan terobosan," ucap Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto menyatakan, sebenarnya Sandi sangat terkejut dengan penampilan Ma'ruf di atas panggung debat. Rakyat pun memberikan apresiasi atas tampilan Ma'ruf. Namun Ma'ruf tetap menampilkan jati dirinya sebagai ulama pengayom umat. "Mampu mengelaborasi substansi masalah langsung dengan tawaran solusi. Sering tampilnya Sandi ke ruang publik justru menyebabkan tidak ada lagi gagasan baru yang disampaikan, kecuali mengulang-ulang pola yang sama," kata Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto menyebut, metode mengangkat kasus rakyat untuk kritisi program Jokowi terkesan sama dengan debat sebelumnya. "Metode ini pun nampak usang di mata publik," pungkas Hasto Kristiyanto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon