YPHP Konsisten Membangun Tanah Papua
Kamis, 28 Maret 2019 | 14:03 WIBJakarta, Beritasatu.com - "Satu, dua, tiga, dan banyak". Itulah bilangan angka yang dipahami anak-anak pedalaman di Papua sebelum pendidikan formal masuk ke daerah mereka. Fakta inilah yang acapkali kabur dari pandangan mata banyak orang di kota-kota besar.
Menjadi warga negara Indonesia dan merasa memiliki tanggung jawab membangun kehidupan yang layak bagi sesama, Aileen Hambali Riady berusaha berkomitmen membangun tanah Papua melalui Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP).
Mewakili sang Ibu, Stephanie Riady dalam pidato singkatnya di perayaan 99 Most Inspiring Women, menjelaskan YPHP berdiri atas tiga pilar utama yaitu pengetahuan sejati, iman kepada Kristus, dan karakter Ilahi. Pilar ini berdiri untuk memperkokoh misi YPHP menjadi lembaga yang berfokus pada Kristus, keunggulan pendidikan holistik di Indonesia dan sekitarnya.
Pendidikan holistik berarti mendidik seluruh pribadi. Secara akademis, sosial, fisik, spiritual mempersiapkan siswa dalam semua dimensi untuk kehidupan dan pekerjaan. Pendidikan seperti itu memberikan dasar untuk pengembangan intelektual yang berkelanjutan, memperluas rasa ingin tahu dan kreativitas, kompetensi profesional, kontribusi masyarakat, dan kematangan spiritual.
"YPH Papua percaya bahwa pendidikan holistik sangat penting untuk transformasi dan pertumbuhan Indonesia, dan untuk kepemimpinan masa depan bangsa kita dalam komunitas global," terang Stephanie saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Saat ini, YPHP telah membangun beberapa sekolah Lentera Harapan, yang semula hanya satu di Mamit dengan 35 siswa dan tiga orang guru. Sekarang telah berkembang menjadi 514 siswa dan 49 tenaga guru di enam lokasi, yaitu sekolah di Danowage, (kabupaten Boven Digul), Karubaga (Tolikara), Nalca dan Korupun (Yahukimo), serta Daboto (Intan Jaya).

Stephanie pun bercerita, membangun sekolah ibarat membeli one way ticket. Sekali melangkah tidak bisa mundur lagi. Salah satu tantangan terbesarnya adalah akses yang terbatas, sehingga ongkos logistik yang diperlukan juga tidak murah. Bahkan diakui bisa mencapai 300% dari bahan bangunan yang dibeli.
Maka betapapun sulitnya perjuangan melanjutkan pembangunan sekolah dan fasilitas di daerah terpencil di Papua, YPHP berupaya terus berjuang walau usaha yang dikeluarkan tak semudah membalikan telapak tangan.
Komitmen
Selain memberikan pendidikan kepada anak-anak, YPHP juga berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat Papua. Tak jauh dari sekolah pedalaman yang didirikan, YPHP selalu mendirikan Klinik Kesehatan Siloam dengan masing-masing dua orang perawat, dengan satu tenaga dokter yang berkeliling secara bergantian.
"Pendidikan berkualitas dengan guru-guru yang didatangkan dari Tangerang, lulusan Universitas Pelita Harapan Teacher’s College," terangnya.
Kemudian dari sisi kesejahteraan ekonomi, YPHP juga memiliki program untuk mengajarkan bagaimana cara bercocok tanam yang baik. Harapannya, masyarakat sekitar bisa memanen, dan hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"YPHP berusaha membina masyarakat, termasuk para ibu-ibu bagaimana cara menanam bibit sayuran, jagung, semangka, melon. Merawat ikan mas dan mujair, belajar beternak ayam dan memanfaatkan telur ayam untuk meningkatkan asupan gizi," jelasnya.
Sedangkan dari sisi kemajuan di bidang teknologi, YPHP juga menyediakan layanan internet, dan fasilitas eletronik. Hal ini diharapkan agar masyarakat Papua, bisa mengikuti perkembangan teknologi, sama seperti masyarakat di kota-kota besar.
"Internet melalui JSAT dan First Media. Untuk bahan pelajaran dan komunikasi keadaaan darurat jika ada yang sakit. Listrik melalui tenaga air dan solar panel agar proses belajar dan pengobatan orang sakit dapat terus berlangsung setelah matahari terbenam," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




