The Washington Post: Israel dan AS Ciptakan Virus untuk Serang Iran
Kamis, 21 Juni 2012 | 21:37 WIB
Untuk menghambat program nuklir
Flame dan Stuxnet, dipercaya sebagai dua virus komputer yang paling merusak di dunia, bisa mengobrak-abrik informasi dalam sistem pemerintahan, menjadi senjata spionase modern, dan yang terpenting, sengaja diciptakan oleh orang atau organisasi tertentu.
Tetapi pertanyaannya, siapa yang menciptakan dua virus yang sama-sama mengincar sistem komputer di Iran itu?
Menurut The Washington Post, adalah Amerika Serikat dan Israel yang bekerja sama mengembangkan Flame dan Stuxnet. Dalam laporan yang mengutip sumber pejabat orang dalam pemerintahan "Barat" itu disebutkan bahwa dua virus mematikan itu dikembangkan untuk menghambat program nuklir Iran.
Flame dibuat untuk memetakan jaringan komputer Iran dan memantau komputer-komputer para pejabat Iran. Peranti lunak jahat itu diciptakan untuk memberikan informasi intelijen tentang program nuklir Iran kepada Badan Keamanan Nasional (NSA), CIA, dan militer Israel.
Perang siber melawan Iran itu juga melibatkan Stuxnet, yang lebih dahulu terdeteksi. Berbeda dengan Flame, virus Stuxnet bertujuan untuk merusak fungsi sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengayaan uranium pada program nuklir Iran.
Stuxnet dipercaya telah menghambat proses pengayaan nuklir Iran pada 2010. Adapun Flame ditemukan akhir Mei silam oleh Kaspersky.
Flame dan Stuxnet, dipercaya sebagai dua virus komputer yang paling merusak di dunia, bisa mengobrak-abrik informasi dalam sistem pemerintahan, menjadi senjata spionase modern, dan yang terpenting, sengaja diciptakan oleh orang atau organisasi tertentu.
Tetapi pertanyaannya, siapa yang menciptakan dua virus yang sama-sama mengincar sistem komputer di Iran itu?
Menurut The Washington Post, adalah Amerika Serikat dan Israel yang bekerja sama mengembangkan Flame dan Stuxnet. Dalam laporan yang mengutip sumber pejabat orang dalam pemerintahan "Barat" itu disebutkan bahwa dua virus mematikan itu dikembangkan untuk menghambat program nuklir Iran.
Flame dibuat untuk memetakan jaringan komputer Iran dan memantau komputer-komputer para pejabat Iran. Peranti lunak jahat itu diciptakan untuk memberikan informasi intelijen tentang program nuklir Iran kepada Badan Keamanan Nasional (NSA), CIA, dan militer Israel.
Perang siber melawan Iran itu juga melibatkan Stuxnet, yang lebih dahulu terdeteksi. Berbeda dengan Flame, virus Stuxnet bertujuan untuk merusak fungsi sistem komputer yang bertanggung jawab atas pengayaan uranium pada program nuklir Iran.
Stuxnet dipercaya telah menghambat proses pengayaan nuklir Iran pada 2010. Adapun Flame ditemukan akhir Mei silam oleh Kaspersky.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




