Amankan MK, Polri Tak Dibekali Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi perhatian aparat keamanan seiring rencana gugatan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diprediksi akan mengundang massa aksi.
"Pengamanan tetap menjadi fokus aparat kepolisian bersama TNI. Seluruh aparat yang diturunkan ada 58.000. Satu objek tambahan yaitu MK. Polri bersama rekan-rekan TNI dalam hal ini tidak boleh underestimate ," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jumat (24/5/2019).
Segala macam potensi gangguan kamtibmas diantisipasi mulai demo yang sifatnya damai, eskalasi meningkat, sampai anarkis itu dilakukan pencegahan secara awal dan mitigasi secara maksimal.
"Konsep pengamanan di ibu kota, saya tegaskan, sesuai perintah panglima dan kapolri tidak dibekali senpi dan peluru tajam. Pendekatan yang dilakukan adalah soft approch atau persuasif. Kita mengedepankan komunikasi dengan seluruh koordinator lapangan agar sama-sama menciptakan kondisi kondusif," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




