Istri Mustofa Berharap Suaminya Tidak Ditahan

Minggu, 26 Mei 2019 | 22:05 WIB
GG
BW
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: BW
Anggota BPN Mustofa Nahra Diciduk Polisi Terkait Hoax 22 Mei
Anggota BPN Mustofa Nahra Diciduk Polisi Terkait Hoax 22 Mei (Youtube.com/BeritaSatu/BSTV)

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya masih diperiksa di Bareskrim Polri, Minggu (25/5/2019) malam.

Mustafa dijemput polisi di rumahnya kawasan Bintaro, Tangerang pada Minggu dini hari terkait penyebaran berita hoax.

Istri Mustofa, Cathy Ahadianti berharap suaminya tidak ditahan karena kondisi kesehatannya sangat mengkhawatirkan. Mustofa menderita asam urat, darah tinggi, dan diabetes.

Wanita berkerudung itu datang ke Bareskrim Polri untuk menjenguk suaminya sambil membawa obat-obatan dari dokter. Obat itu harus dikonsumsi Mustofa.

Cathy tiba di Bareskrim Maves Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 19.18 WIB. "Saya membawa obatnya karena beliau masih dalam pengobatan dokter," kata Cathy.

Cathy mengatakan, suaminya kini menderita sakit asam urat, diabetes, dan darah tinggi cukup parah. Sebelumnya, Mustofa sempat tidak bisa jalan. Mustofa mulai menjalani peneriksaan sejak Minggu siang. Sebelumnya dia sempat diberi izin oleh penyidik untuk beristirahat setelah dijemput dari rumahnya.

Mustofa ditangkap karena diduga menyebarkan kabar bohong melalui Twitter terkait posting-an hoax kerusuhan 22 Mei. Dia ditetapkan oleh penyidik sebagai tersangka.

Cuitan Mustofa dinilai Polri telah menimbulkan keonaran. "Cuitannya buat onar," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Rickynaldo Chairul.

Cuitan yang dipersoalkan itu, lanjut Rickynaldo, diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal seusai disiksa oknum aparat.

Cuitan itu berbunyi, "Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA".

Polri kemudian membantah hoax tersebut. Polri mengatakan, peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5/2019) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter hoax.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon