Jay Subyakto Prihatin Pagelaran Budaya Sulit Dapatkan Sponsor

Jumat, 22 Juni 2012 | 15:21 WIB
YK
B
Penulis: Yanuar Rahman/Teddy Kurniawan | Editor: B1
Salah satu adegan dari pagelaran tari Matah Ati
Salah satu adegan dari pagelaran tari Matah Ati (Yanuar Rahman/Beritasatu.com)
"Banyak budaya yang tersimpan, jangan sampai muncul di negara tetangga dan jadi ribut-ribut."

Menggelar kembali lakon Matah Ati untuk ketiga kalinya di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tanggal 22-25 Juni 2012 dan di Halaman Istana Mangkunegaran, Solo pada tanggal 8-10 September 2012 diakui Jay Subyakto selaku Penata Artistik mendatangkan tantangan tersendiri.

"Yang pertama itu mengenai apresiasi. Banyak yang mengira ini tentang tradisi dan bikin ngantuk. Itu tantangan main di negeri sendiri," katanya saat dijumpai usai pertunjukan Matah Ati di Taman Ismail Marzuki Kamis malam (21/6).

"Biasanya bangsa kita kalau lihat pertunjukan sendiri seperti guru lihat murid, tapi kalau (melihat) pertunjukan barat seperti murid lihat guru," imbuhnya.

Tantangan kedua dalam menyajikan gelaran yang menceritakan kisah pertemuan Raden Mas Said dan Rubiyah di abad ke-17 ini adalah sulitnya mendapat dukungan dari pihak sponsor. "Kita menghimbau perusahaan besar untuk coba melirik pada (acara) budaya," ujar Jay.

Hal senada juga disampaikan oleh Atilah Soeryadjaya selaku Penulis Naskah, Produser, Sutradara, dan Perancang Kostum pada kesempatan yang sama.

"Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki pertambangan, perkebunan yang kami harapkan memberi sumbangan kepada daerah masing-masing. Banyak budaya yang tersimpan, jangan sampai muncul di negara tetangga dan jadi ribut-ribut," katanya.

Selain mendapat dukungan dari pihak sponsor, Atilah juga mengatakan bahwa ia dan tim berharap adanya dukungan dari pihak pemerintah untuk bisa ikut membantu melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal kepada bangsa sendiri dan bangsa lain.

"Kami ada pengalaman, ketika bermain di Singapura ada Pemerintah Singapura menanyakan kepada kami mana duta besarnya. Sampai sekarang kami belum tahu kami sudah dilihat apa belum, walaupun kami juga mengerti bahwa mereka (Duta Besar Indonesia) mungkin ada kesibukan lain," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon