PKL se-Indonesia Saweran Demi Gedung Baru KPK

Senin, 25 Juni 2012 | 13:59 WIB
AN
B
Penulis: Antara/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang spanduk berisikan tanda tanga warga tentang kampanye anti korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/6). Spanduk tersebut merupakan dukungan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di segala bidang.
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasang spanduk berisikan tanda tanga warga tentang kampanye anti korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/6). Spanduk tersebut merupakan dukungan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi di segala bidang. (Antarafoto)
Rakyat kecil harus mendukung KPK demi upaya pemberantasan korupsi.

Pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) mendukung pengadaan gedung baru KPK. Mereka berencana memberikan bantuan uang yang akan dikumpulkan dari PKL se-Indonesia.

"Kami rakyat kecil siap membantu KPK untuk membasmi koruptor, dan kami akan mengumpulkan uang sebesar Rp1.000 per hari dari seluruh PKL yang kurang lebih berjumlah 54 juta. Untuk kemudian, digunakan membangun gedung baru yang dibutuhkan," kata Sekretaris Jenderal PPKLI Junaedi Sitorus, saat ke Gedung KPK, Jakarta, hari ini.

Sitorus mengatakan, yang dilakukan itu bukanlah bersifat politik. Tapi, sambung dia, rakyat kecil harus mendukung apa yang dilakukan KPK untuk memberantas korupsi.

"Bantuan yang kami serahkan berupa surat dan uang sebesar satu juta rupiah sebagai bukti kami berniat membantu dalam pembangunan gedung baru. Tapi, uang itu masih belum bisa diterima oleh KPK," katanya.

Sitorus menambahkan, memang saat ini uang bantuan itu tidak diterima KPK. Tapi, pasti ada jalan keluar bagi masyarakat yang ingin membantu KPK.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK akan melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait kepedulian masyarakat untuk membantu KPK dalam rencana membangun gedung baru.

"Kami akan melakukan koordinasi terlebih dahulu karena KPK adalah lembaga resmi negara," kata Johan.

Johan mengatakan, banyak masyarakat yang menghubunginya untuk menanyakan perihal yang sama dan kepedulian masyarakat itu memang harus diapresiasi.

"Ada telepon juga dari masyarakat Riau yang ingin memberikan bantuan kepada KPK. Tapi harus diingat, bukan KPK yang menggalang dana. Melainkan, masyarakat," tambah Johan.

Seperti diberitakan, pimpinan KPK menyebut gedung yang saat ini ditempati KPK di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, sudah tak lagi memadai untuk menampung seluruh pegawai KPK yang berjumlah sekitar 730 orang.

Gedung tersebut ditempati oleh kurang lebih sebanyak 650 orang, dari kapasitasnya yang hanya untuk 350 orang. Sementara sisanya, berkantor di dua gedung lain.

KPK juga berencana untuk menambah pegawai guna memenuhi tuntutan masyarakat, terutama DPR, dalam pemberantasan korupsi, dan idealnya, pegawai KPK seharusnya berjumlah sekitar 1.200 orang. Apabila dibandingkan dengan jumlah pegawai KPK di Malaysia dan Hong Kong, yang masing-masing negara mempekerjakan lebih dari 2.500 orang.

Politisi DPR di Komisi III mengaku mendukung gedung baru untuk KPK. Tapi hingga kini masih belum ada realisasi. Meskipun wacana gedung baru tersebut telah diajukan sejak dua tahun lalu oleh KPK.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon