Polisi: Plot Serangan 17 Agustus Dibiayai Dana ISIS-JAD
Selasa, 23 Juli 2019 | 20:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Saefulah alias Dahniel alias Chaniago yang merupakan mantan penjaga perpustakaan di Ponpes Ibnu Masud di Jawa Barat muncul menjadi tokoh ISIS-JAD yang paling berbahaya.
Menurut polisi, lelaki yang diyakini berada di Kurasan, Afganistan setelah kabur dari Suriah itu berjejaring dengan pendukung ISIS di dunia. Dia mengantongi hampir 28.000 dolar AS atau Rp 413 juta menggunakan Western Union.
"Dana itu diterima dari dari 12 orang. Rinciannya empat kali dari Yahya Abdul Karim, Fawaaz Ali, Keberina Deonarine, Ricky Mohammed dua kali, dan Ian Marvin Balley; kelimanya dari negara Trinidad Tobago. Lalu ada Ahmed Afrah dari Maldives (Maladewa)," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23/7/2019).
Lalu ada Pedro Manuel dari Venezuela; Mahboob Suliman, Simouh Ilyaas keduanya dari Jerman, Muslih Alih dari Maldives, Furkan Cinar dari Trinadad dan Tobago, serta Jonius Onde dari Malaysia.
Uang itu dipergunakan untuk melakukan berbagai teror di Tanah Air. Misalnya diberikan kepada Yoga—yang ditangkap di Malaysia— untuk membeli senjata di Filipina dan membiayai Muhammad Aulia dan 10 orang lain ke Kurasan, Afganistan.
Aulia dideportasi dari Bangkok 13 Juni lalu dan ditangkap Densus setibanya di Bandara Kualanamu, Medan. Saefullah juga terkait dengan Heru Kuncoro alis Ucang yang merupakan adik ipar Dulmatin (tokoh Bom Bali 1).
"Heru dibekuk di Bandara Soekarno Hatta saat hendak ke Iran. Heru juga merupakan mantan napi terorisme yang bebas pada 2017 lalu. Heru terkait Abu Walid tokoh ISIS asal Indonesia yang tewas di Suriah pada Januari lalu," imbuhnya.
Uang itu juga diberikan ke bendahara bernama M Novendri. Novendri berencana mengebom Polda Sumbar dan Polresta Padang pada momen 17 Agustus nanti. Beruntung Novendri sudah dibekuk.
Dana dari Novendri juga mengalir ke jaringan MIT yang dipimpin Ali Kalora di Poso dan juga diterima Bondan pimpinan JAD Bekasi.
Bondan yang telah dibekuk awal Mei lalu juga berencana membuat bom TATP untuk mengebom aksi demo 22-22 Mei 2019 di Bawaslu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




