Ryamizard: Benih Kehadiran Kelompok Anti-Pancasila Sudah Ada
Senin, 29 Juli 2019 | 12:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan musuh besar bangsa Indonesia ke depan adalah kelompok-kelompok yang anti-Pancasila. Benih-benih kehadiran kelompok anti-Pancasila saat ini sudah ada.
"Ini yang harus kita pahami bersama. Kita akan menghadapi kelompok yang anti-Pancasila," kata Ryamizard Ryacudu dalam acara silahturami dengan para purnawirawan TNI di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (29/7/2019).
Hadir pada acara itu, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, Jenderal TNI (Purn) Widjoyo Soejono, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, dan sejumlah purnawirawan lainnya.
Ryamizard Ryacudu menjelaskan pada masa lalu, sudah ada kelompok-kelompok yang ingin mengantikan Pancasila. Misalnya ada pemberontakan PKI tahun 1948 dan 1965. Kemudian kelompok DI/TII yang ingin mendirikan negara Islam. "Semua itu berhasil ditumpas karena peran TNI bersama rakyat," tegas Ryamizard Ryacudu.
Dia berharap ke depan, TNI terus menjadi perekat dan pengikat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika TNI lemah dan lengah, bangsa ini bisa bubar. Selain itu, TNI harus didukung oleh rakyat sebagai kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.
"TNI dan rakyat ibarat air dan ikan. Rakyat adalah air dan TNI dan purnawirawan merupakan ikannya. Ikan tidak mungkin hidup tanpa air. TNI adalah benang perekat bangsa yang tidak boleh dipecah dan dipisahkan dari kekuatan mana pun. Terpecahnya TNI adalah terpecahnya bangsa ini. Hancurnya TNI adalah hancurnya bangsa ini. Kita semua tidak ingin bangsa Indonesia ini tinggal sejarah, tapi kita ingin melihat bangsa ini tetap ada sampai akhir zaman," tutur Ryamizard Ryacudu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




