PMKRI: Segera Buat Aturan Operasional Kelompok Cipayung Bisa Masuk Kampus
Rabu, 14 Agustus 2019 | 21:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Juventus Prima Yoris Kago mengemukakan, fenomena radikalisme yang terjadi saat ini karena memudarnya semangat dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Hal itu karena banyak masyarakat yang tidak ada lagi kesadaran sebagai sebuah bangsa.
"Ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah," kata Juventus, kepada SP, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).
Ia menjelaskan, dalam situasi seperti sekarang ini, dimana ideologi Pancasila terus tergerus, pemerintah harus membuat kebijakan yang tegas dan komprehensif untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai Pancasila. Kebijakan tersebut harus membumi dan menarik untuk dunia kampus.
"Angka radikalisme semakin menguat karena menjangkit ke kampus-kampus. Pemerintah harus bisa metode yang jitu untuk melawannya," ujar Juventus.
Dia menyarankan Pancasila harus divisualisasikan dengan mengikuti trend zaman. Metode penanaman nilai-nilainya tidak lagi dengan sistem menghafal atau dalam bentuk workshop, seminar dan lokakarya.
"Harus nyata dalam action dan pemerintah harus jadi corongnya," tegas Juventus.
Dia menegaskan, saat ini sudah ada Peraturan Menteri (Pemen) terbaru Nomor 55 Tahun 2018 yang dkeluarkan Menteri Ristekdikti. Permen itu berawal dari inisiatif kelompok Cipayung. Hanya saja sampai sekarang belum ada aturan operasional sehingga menyulitkan kelompok Cipayung masuk ke kampus-kampus.
"PMKRI meminta agar segera dioprasionalkan Permen Ristekdikti tersebut. Itu kunci untuk melawan geliat kelompok radikalis di kampus-kampus," tutur Juventus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




