Menteri Yohana Data Perempuan dan Anak Korban Kerusuhan Papua
Senin, 2 September 2019 | 13:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kerusuhan di Papua tengah didata. Khususnya, perempuan dan anak-anak yang kemungkinan mengalami trauma. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.
"Kami sedang menyuruh staf khusus untuk menyelidiki mengumpulkan data kira-kira berapa banyak perempuan dan anak yang menjadi korban. Yang jelas mungkin masalah trauma. Trauma saja dalam keadaan ketakutan," kata Yohana Yembise di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/9).
Yohana mengaku belum mendapat data detail. "Dalam keadaan dan situasi seperti itu, kami belum bisa bebas masuk ke dalam. Nanti saya suruh staf khusus kami yang bisa bertemu langsung dengan mereka untuk mendata," kata Yohana Yembise.
Yohana mengaku bakal mengundang para kepala suku, termasuk tokoh adat untuk bertemu. Yohana berkomitmen akan mengadakan dialog dalam rangka menemukan solusi mengenai kekerasan perempuan dan anak di Papua.
"Kami sudah menjalin kerja sama sejak 2016 dengan dewan adat tokoh adat, juga tokoh agama. Kita sudah mulai bangun di tahun-tahun terakhir ini," ungkap Yohana Yembise.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




