Polda Bengkulu Bentuk Tim Khusus Buru Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswa Unib

Jumat, 13 Desember 2019 | 07:23 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi.
Ilustrasi. (BSMH)

Bengkulu, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu, membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk memburu pelaku utama pembunuhan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20), yang ditemukan tewas terkubur di belakang indekos tempat tinggalnya di Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Muara Bangkahulu, Minggu (8/12/2019) lalu.

"Kita sudah membentuk Timsus untuk memburu pelaku utama pembunuhan mahasiswa Unib yang dicurigai sebagai pelakunya yakni penjaga indekos tempat korban tinggal. Sejumlah anggota kita kerahkan untuk meringkus pelaku utama," kata Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Supratman, di Bengkulu, Kamis (12/12).

Ia mengatakan, selain membentuk Timsus pihaknya juga sudah mengerahkan anggota Polda Bengkulu, untuk memburu dan menangkap pelaku utama pembunuhan mahasiswa semester 5 Fakultas Ekonomi, Unib tersebut. Diduga pelakunya adalah penjaga indekos tempat korban tinggal, yakni PD.

Kapolda juga meminta seluruh Polres di Bengkulu untuk segera ditangkap. "Saya berharap dalam waktu dekat pelaku utama kasus pembunuhan mahasiswa Unib dapat ditangkap. Sebaiknya pelaku segera menyerahkan diri ke polisi, karena cepat atau lambat pasti tertangkap," ujar jenderal polisi bintang dua ini.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru melalui Kasat Reskrim, AKP Indramawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka WL.

"Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka WL untuk memastikan apakah ada pelaku lain selain dari WL dan pelaku utama penjaga indekos yang masih kita kejar keberadaannya tersebut," ujarnya.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka WL dan 18 orang saksi, termasuk teman WL, yakni Y dan istri pelaku utama, MO dikembangkan di lapangan, sehingga diharapkan kasus pembunuhan mahasiswa Unib ini dapat dituntaskan secepatnya.

Indramawan menjelaskan, dari hasil penyidikan yang dilakukan pihaknya terungkap motif pembunuhan mahasiswa Unib ini berlatar belakangan dendam dan sakit hati.

Pelaku utama pembunuhan terduga penjaga indekos Pondok Reza, yakni PD merasa dendam dan sakit hati lantaran korban selalu menuntut pelaku untuk memperbaiki sepeda motor korban yang rusak. Desakan dilakukan korban karena takut dimarahi orang tuanya sebab sepeda motor tersebut baru dibeli.

Sepekan sebelum korban menghilang dari indekosnya, pelaku PD sempat menyenggol motor Wina yang diparkir di depan kamar indekos. Akibat senggolan tersebut, motor korban tergores di beberapa bagian, sehingga korban mendesak pelaku untuk memperbaiki bagian motor yang lecet tersebut.

Namun, sampai korban ditemukan meninggal terkubur di belakangan tempat indokosnya, sepeda motor tersebut, belum diperbaikan oleh pelaku. "Jadi, tidak menutup kemungkinan unsur dendam dan sakit hari sehingga membuat pelaku nekat menghabisi nyawa Wina," ujarnya.

Keterangan bahwa pelaku utama pembunuhan mahasiswa asal Kabupaten Mukomuko tersebut, sempat menyenggol motor korban dibenarkan oleh istri terguga pelaku, MO dan beberapa tetangga indekos korban.

Selain itu, sepeda motor milik korban yang diamankan penyidik Polres Bengkulu itu, ditemukan beberapa goresan yang diduga akibat disenggol pelaku utama.

"Sekarang kita masih melakukan pengembangan dari saksi-saksi yang kita mintai keterangan. Setiap hari kita gelar untuk menentukan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Proses masih berjalan sehingga tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru selain WL," ujarnya.

Seperti diketahui sejak mahasiswa Unib ditemukan tewas terkubur di belakangan tempat indekosnya di kawasan Bentiring Raya, Kota Bengkulu, pada Minggu (8/12/2019) sore Sedikitnya 3 orang diamankan polisi, yakni WL, Y dan MO dan memeriksa 18 orang saksi.

Dari 3 orang yang diamankan itu, satu orang di antaranya WL, ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Y dan MO masih berstatus saksi dan dikenakan wajib lapor saja.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon