KPU DKI Optimis Jumlah Pemilih Meningkat
Rabu, 11 Juli 2012 | 10:41 WIB
Menurut Ketua KPUD, prinsipnya kalau pemilih tahu siapa yang akan dipilih, maka mereka akan berminat memilih.
Pesta demokrasi di DKI Jakarta dilaksanakan hari ini. Tepatnya, warga ibukota memilih calon pemimpin barunya melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012, dengan mendatangi TPS-TPS sejak pagi ini.
Menilik ke belakang, pada Pemilukada DKI Jakarta 2007, kesadaran warga Jakarta untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai masih kurang maksimal. Indikator penyebab masyarakat menjadi golongan putih (golput) adalah kurangnya informasi terkait Pemilukada yang disampaikan ke pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Dahlia Umar, mengatakan bahwa jumlah pemilih pada Pemilukada sebelumnya (tahun 2007) baru sebesar 65 persen dari total pemilih terdaftar. "Penyelenggaraan Pilkada sebelumnya sebenarnya sudah cukup baik. Ada 65 persen dari pemilih terdaftar menggunakan hak pilihnya. Pada pemilu kali ini, Insya Allah kami optimis akan melewati angka itu," ujar Dahlia kepada Beritasatu.com, Selasa (10/7) malam.
Dikatakan Dahlia, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, sudah menyampaikan informasi terkait Pemilukada kepada masyarakat Jakarta. "Sejauh ini, kami sudah melakukan sosialisasi bekerja sama dengan media dan instansi terkait soal pasangan calon, apa visi-misinya, bagaimana cara memilih, dan mekanisme lainnya," katanya.
"Kami juga sudah sampaikan untuk warga yang punya hak khusus seperti tunanetra, kami membuat kertas suara dengan huruf atau angka Braille. Sehingga, mereka juga bisa memilih. Jadi semua punya hak yang sama," tambahnya.
Dikatakan Dahlia, prinsipnya kalau pemilih tahu siapa yang akan dipilihnya, maka mereka akan berminat memilih. "Kalau mereka kenal siapa yang akan dipilih, tentu warga berminat untuk memilih dan bisa menjadi pemilih yang cerdas. Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang sibuk. Karena itu, kami berusaha memberikan penjelasan secara maksimal untuk menyampaikan informasi itu, dan hal itu memang tugas kami," tegasnya.
Dahlia mengimbau agar masyarakat DKI Jakarta tak mengabaikan hak pilihnya pada pemilihan umum ini. "Kami imbau agar warga DKI Jakarta yang terdaftar, memilih pasangan calon gubernur dan wakilnya. Kalau sudah punya undangan, silakan datang ke TPS untuk mencoblos pilihannya," serunya.
"Buat yang belum punya undangan, bisa cek di TPS terdekat. Bisa saja namanya ada terdaftar, dan kalau ada bisa memilih. Besok (Rabu) juga hari libur. Kementerian Dalam Negeri (sudah) menetapkan karyawan swasta dan negeri diliburkan. Kecuali instansi yang terkait dengan kegiatan yang tidak bisa dihentikan, seperti rumah sakit dan lainnya. Atau bisa meminta izin kepada pimpinannya agar bisa memilih dan tidak golput," tandasnya.
Pesta demokrasi di DKI Jakarta dilaksanakan hari ini. Tepatnya, warga ibukota memilih calon pemimpin barunya melalui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta 2012, dengan mendatangi TPS-TPS sejak pagi ini.
Menilik ke belakang, pada Pemilukada DKI Jakarta 2007, kesadaran warga Jakarta untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai masih kurang maksimal. Indikator penyebab masyarakat menjadi golongan putih (golput) adalah kurangnya informasi terkait Pemilukada yang disampaikan ke pemilih.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Dahlia Umar, mengatakan bahwa jumlah pemilih pada Pemilukada sebelumnya (tahun 2007) baru sebesar 65 persen dari total pemilih terdaftar. "Penyelenggaraan Pilkada sebelumnya sebenarnya sudah cukup baik. Ada 65 persen dari pemilih terdaftar menggunakan hak pilihnya. Pada pemilu kali ini, Insya Allah kami optimis akan melewati angka itu," ujar Dahlia kepada Beritasatu.com, Selasa (10/7) malam.
Dikatakan Dahlia, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, sudah menyampaikan informasi terkait Pemilukada kepada masyarakat Jakarta. "Sejauh ini, kami sudah melakukan sosialisasi bekerja sama dengan media dan instansi terkait soal pasangan calon, apa visi-misinya, bagaimana cara memilih, dan mekanisme lainnya," katanya.
"Kami juga sudah sampaikan untuk warga yang punya hak khusus seperti tunanetra, kami membuat kertas suara dengan huruf atau angka Braille. Sehingga, mereka juga bisa memilih. Jadi semua punya hak yang sama," tambahnya.
Dikatakan Dahlia, prinsipnya kalau pemilih tahu siapa yang akan dipilihnya, maka mereka akan berminat memilih. "Kalau mereka kenal siapa yang akan dipilih, tentu warga berminat untuk memilih dan bisa menjadi pemilih yang cerdas. Masyarakat Jakarta adalah masyarakat yang sibuk. Karena itu, kami berusaha memberikan penjelasan secara maksimal untuk menyampaikan informasi itu, dan hal itu memang tugas kami," tegasnya.
Dahlia mengimbau agar masyarakat DKI Jakarta tak mengabaikan hak pilihnya pada pemilihan umum ini. "Kami imbau agar warga DKI Jakarta yang terdaftar, memilih pasangan calon gubernur dan wakilnya. Kalau sudah punya undangan, silakan datang ke TPS untuk mencoblos pilihannya," serunya.
"Buat yang belum punya undangan, bisa cek di TPS terdekat. Bisa saja namanya ada terdaftar, dan kalau ada bisa memilih. Besok (Rabu) juga hari libur. Kementerian Dalam Negeri (sudah) menetapkan karyawan swasta dan negeri diliburkan. Kecuali instansi yang terkait dengan kegiatan yang tidak bisa dihentikan, seperti rumah sakit dan lainnya. Atau bisa meminta izin kepada pimpinannya agar bisa memilih dan tidak golput," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




