Hidayat-Didik Sebar Tim "Real Count" Internal
Rabu, 11 Juli 2012 | 11:25 WIB
Hadir di seluruh TPS di 267 kelurahan, data yang mereka dapatkan akan difoto, direkam, sehingga datanya valid.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub) nomor urut empat, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, juga melakukan real count untuk menghitung jumlah suara pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta hari ini.
Hidayat mengatakan, real count ini berbeda dengan quick count, karena dirinya mengirimkan satu orang relawannya di seluruh TPS di 267 kelurahan. Setiap kader akan mengirimkan langsung laporan pemungutan suaranya kepada sistem yang dimiliki di Hidayat-Didik Center.
"Kami mendapatkan data-data dari sumber yang terukur. Timses kami ada di setiap TPS yang akan menyaksikan langsung, dan juga ada di tingkat PPK. Dan mereka melapor secara langsung kepada tim real count kami," ujar Hidayat, setelah melakukan pencoblosan di TPS 013, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).
Dijelaskan Hidayat, data yang mereka dapatkan akan difoto, direkam, sehingga dengan begitu data yang dikumpulkan akan menjadi valid.
"Tapi kalau sudah ketahuan dia biasa dibiayai oleh kandidat tertentu, kita tidak bisa serta-merta percaya dengan quick count itu. Tapi apapun, semua sebuah pertaruhan. Jangan sampai diumumkan setelah pencoblosan selesai sebagaimana KPU DKI mengaturnya," lanjutnya.
Hidayat kembali mengingatkan bahwa jangan sampai ada satu pun hasil quick count atau penghitungan cepat yang diumumkan kepada publik sebelum pemungutan suara selesai atau sekitar pukul 13.00 WIB.
"Sedikit atau banyak, kemarin berbagai survei dimunculkan untuk mempengaruhi opini publik. Itu juga nanti akan mengalir. Oleh karenanya, sebaiknya kalau mau quick count, umumkan selesai masa pencoblosan. Itu tidak mempengaruhi," tandasnya.
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub) nomor urut empat, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, juga melakukan real count untuk menghitung jumlah suara pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta hari ini.
Hidayat mengatakan, real count ini berbeda dengan quick count, karena dirinya mengirimkan satu orang relawannya di seluruh TPS di 267 kelurahan. Setiap kader akan mengirimkan langsung laporan pemungutan suaranya kepada sistem yang dimiliki di Hidayat-Didik Center.
"Kami mendapatkan data-data dari sumber yang terukur. Timses kami ada di setiap TPS yang akan menyaksikan langsung, dan juga ada di tingkat PPK. Dan mereka melapor secara langsung kepada tim real count kami," ujar Hidayat, setelah melakukan pencoblosan di TPS 013, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).
Dijelaskan Hidayat, data yang mereka dapatkan akan difoto, direkam, sehingga dengan begitu data yang dikumpulkan akan menjadi valid.
"Tapi kalau sudah ketahuan dia biasa dibiayai oleh kandidat tertentu, kita tidak bisa serta-merta percaya dengan quick count itu. Tapi apapun, semua sebuah pertaruhan. Jangan sampai diumumkan setelah pencoblosan selesai sebagaimana KPU DKI mengaturnya," lanjutnya.
Hidayat kembali mengingatkan bahwa jangan sampai ada satu pun hasil quick count atau penghitungan cepat yang diumumkan kepada publik sebelum pemungutan suara selesai atau sekitar pukul 13.00 WIB.
"Sedikit atau banyak, kemarin berbagai survei dimunculkan untuk mempengaruhi opini publik. Itu juga nanti akan mengalir. Oleh karenanya, sebaiknya kalau mau quick count, umumkan selesai masa pencoblosan. Itu tidak mempengaruhi," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




