Sulsel Gelar Event Pariwisata di Lima Daerah

Rabu, 25 Juli 2012 | 05:47 WIB
H
WP
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: WBP
Pantai Losari
Pantai Losari (Antara)
Dalam rangka mendukung Visit South Sulawesi 2012.
 
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan makin menggiatkan sektor pariwisata. Hal itu dilakukan setelah Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit South Sulawesi 2012 pada 10 Juli 2012 lalu.

Sejak pekan lalu hingga pekan ini, Pemerintah Provinsi Sulsel menggelar event pariwisata di lima daerah. Kelima daerah tersebut adalah Luwu Timur, Pare-Pare, Bantaeng, Bulukumba, dan Makassar.
 
Beberapa event pariwisata yang akan berlangsung sepanjang pekan ini, antara lain Matano Lake Festival di Luwu Timur dan Salo Karajae Festival, Pare-Pare. Event berlangsung mulai hari Selasa, 24 Juli 2012, hingga akhir pekan nanti.

Matano Lake Festival antara lain meliputi kegiatan meliputi Kirab Budaya, Permainan Tradisional, Bazzar Makanan Kuliner, pameran benda bersejarah dan pagelaran seni danbudaya yang diiikuti oleh anak suku bangsa yang ada di Luwu Timur.
 
Adapun event Salo Karajae Festival Pare-Pare, merupakan agenda rutin dalam membangun citra kepariwisataan di Kota Parepare. Kegiatannya, antara lain pawai perahu Hias, panggung hiburan, dan beberapa acara semarak lainnya.
 
"Yang baru saja ditutup, adalah event Gantarang Keke Festival, Bantaeng; Phinisi Festival Bulukumba; Beach Volley Open; dan Kemilau Sulawesi di Makassar. Kegiatan pariwisata ini diharapkan akan mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara," kata Suaib Malombassi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa, (24/7).
 
Menurut Suaib, pada bulan Agustus mendatang, masih ada sejumlah agenda pariwisata yang akan berlangsung di Sulawesi Selatan, antara lain : Tempe Lake Festival Wajo, Silk Carnival, International Dragon Boat Festival Makassar, dan Yatch Race Darwin-Takabonerate-Makassar.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh stakeholders menyukseskan event-event pariwisata di Sulsel.

Syahrul mengimbau seluruh sopir taksi, perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the IndonesianTour andTravel Agencies (Asita), industri hotel, turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.
 
Gubernur Syahrul juga meminta Kementerian Pariwisata dan industri jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan, dan lain-lain, turut mendukung Program Visit South Sulawesi 2012.
 
“Dengan dukungan seluruh stakeholders, saya optimistis sektor pariwisata dan program Visit South Sulawesi 2012 bisa berjalan sukses,” kata Syahrul, Selasa (24/7).
 
Menurut Syahrul, sejak pencanangan program Visit South Sulawesi 2012, jumlah wisatawan ke Sulsel terus meningkat.

"Pertumbuhannya bisa lebih cepat lagi jika banyak stakeholder ikut terlibat, terutama kementerian pariwisata dan industri jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan, dan lain-lain," katanya.
 
Sejak Program Visit Sulsel digelar, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk Bandara Hasanuddin, terus menunjukan tren kenaikan.

Misalnya, pada periode April 2012 kunjungan wisman melalui Bandara Hasanuddin naik 2,78% menjadi 3.700 orang. Berdasarkan data Pemrov Sulsel, target wisatawan Visit South Sulawesi 2012 mencapai 4,5 juta untuk asing dan 100.000 wisatawan lokal.

Jumlahnya naik dari tahun lalu 3 juta (dalam negeri) dan 65.000 (asing). Pada 2010, wisatawan lokal baru mencapai 2,1 juta orang dan 42.371 wisatawan luar negeri.
 
"Kondisi ekonomi di Sulsel semakin membaik dan akan terus kita perbaiki agar kesejahteraan ekonomi ini bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon