6 Penyebab Anak Melakukan Bullying dan Kekerasan
Rabu, 25 Juli 2012 | 08:41 WIB
Harus lebih saksama memantau perkembangan anak.
Kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak kini marak terjadi. Begitupun dengan tindakan bullying atau mengganggu sesamanya yang lebih lemah. Sebenarnya apakah yang membuat hal-hal ini dilakukan oleh anak-anak?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Gentile and Bushman pada 430 anak antara usia 7-11 tahun di lima sekolah pada daerah Minnesota, Amerika Serikat mengindentifikasi sebuah tanda-tanda ketika anak memiliki kebiasaan bullying.
Dari hasil studi tersebut diambil enam kesimpulan yang membuat anak melakukan tindakan kekerasan atau bullying di lingkungan sekolah atau pertemanannya. Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan tindakan-tindakan tersebut:
1. Kecenderungan membuat permusuhan dengan teman-temannya
2. Minimnya keterlibatan orangtua dalam membesarkan anak
3. Bagi anak laki-laki, secara fisik menunjukkan dirinya agresif
4. Memiliki sejarah pernah menerima perlakuan kasar dari sekitarnya
5. Memikili sejarah senang bertengkar serta bertarung dan selalu memenanginya
6. Paparan kekerasan yang ditunjukkan oleh media
Hasil studi tersebut dapat membantu Anda dalam memperhatikan sang buah hati agar tidak terjerumus dalam sebuah kebiasaan negatif yang dapat mengganggu lingkungannya. Tiap poin hanya bagian dari poin-poin lainnya. Semua harus diperhatikan secara berkesinambungan.
Kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak kini marak terjadi. Begitupun dengan tindakan bullying atau mengganggu sesamanya yang lebih lemah. Sebenarnya apakah yang membuat hal-hal ini dilakukan oleh anak-anak?
Sebuah studi yang dilakukan oleh Gentile and Bushman pada 430 anak antara usia 7-11 tahun di lima sekolah pada daerah Minnesota, Amerika Serikat mengindentifikasi sebuah tanda-tanda ketika anak memiliki kebiasaan bullying.
Dari hasil studi tersebut diambil enam kesimpulan yang membuat anak melakukan tindakan kekerasan atau bullying di lingkungan sekolah atau pertemanannya. Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan tindakan-tindakan tersebut:
1. Kecenderungan membuat permusuhan dengan teman-temannya
2. Minimnya keterlibatan orangtua dalam membesarkan anak
3. Bagi anak laki-laki, secara fisik menunjukkan dirinya agresif
4. Memiliki sejarah pernah menerima perlakuan kasar dari sekitarnya
5. Memikili sejarah senang bertengkar serta bertarung dan selalu memenanginya
6. Paparan kekerasan yang ditunjukkan oleh media
Hasil studi tersebut dapat membantu Anda dalam memperhatikan sang buah hati agar tidak terjerumus dalam sebuah kebiasaan negatif yang dapat mengganggu lingkungannya. Tiap poin hanya bagian dari poin-poin lainnya. Semua harus diperhatikan secara berkesinambungan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




