Buron Pemerkosa Anak Jalanan Dibekuk

Kamis, 26 Juli 2012 | 15:52 WIB
AN
B
Penulis: Antara/ Ratna Nuraini | Editor: B1
Ilustrasi - Anak korban pelecehan seksual.
Ilustrasi - Anak korban pelecehan seksual. (Antarafoto)
Setelah memperkosa kedua korbannya, pelaku pun pergi mencari mangsa lain.

Polres Metro Jakarta Timur membekuk tersangka pemerkosa tiga pengamen, TA, 40, di Taman Jasamarga, Cakung, Jakarta Timur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dian Perri, di Jakarta, hari ini, mengatakan tersangka dibekuk sekitar pukul 23.00 WIB tanpa melakukan perlawanan.

"Kita berbulan-bulan memang lagi mencari para pelaku kejahatan ini, akhirnya ketangkap juga," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKB Dian Perri.

Dian mengatakan TA yang seorang pengangguran ini ditangkap tanpa perlawanan. Polisi langsung membawa TA ke Polres Metro Jakarta Timur, lalu dipertemukan dengan ketiga anak jalanan (pengamen) yang merupakan korban kejahatannya.

"Dipertemukan dengan korban dan saksi. Semua menunjuk ke dia pelakunya. Dia juga sudah mengaku," terang Dian.

Dian menerangkan TA memang punya rasa suka kepada anak kecil. Modus dia memperkosa anak-anak jalanan ini yakni dengan mengiming-imingi korban dengan uang.

"Pura-pura tanya jalan, terus ngajak jajan. Diajak ke tempat sepi, lalu habis itu mulai diperdaya. Korban diberi uang Rp10 ribu sampai Rp20 ribu," jelasnya.

Menurut Dian, korban TA sejauh ini diketahui berjumlah tiga orang, namun polisi masih mendalami kasus ini. Hingga kini, TA masih diperiksa di Polres Metro Jakarta Timur.

Dian Perri menambahkan, korban yang pertama dan kedua ditemukan terikat, sedangkan korban yang ketiga dibekap.

Menurut dia, korban pertama dan kedua adalah dua orang kakak beradik. Kedua korban masih ada ikatan saudara dengan pelaku. Kedua korban diajak pelaku bertemu di Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timur, 23 Maret lalu.

Dari sini, pelaku mengiming-imingi korban dengan membelikan es krim dan uang Rp100 ribu. "Sebelumnya diberi makan, diajak ke kebun dekat Gedung BKN, Cililitan, lalu diikat di pohon," ujarnya.

Setelah mengikat korban, pelaku dengan bengisnya melakukan aksi pemerkosaan terhadap bocah perempuan tersebut. Korban lalu diajak ke Bekasi. Ketiganya sempat bermalam di depan sebuah ruko di Bulak Kapal, Bekasi Timur. "Paginya diajak ke Jakarta lagi dengan bis yang sama," jelasnya.

Keesokan harinya, 24 Maret, kedua korban diajak kembali ke tempat yang sama. Kedua korban lalu ditinggalkan dan tidak diberi makan. Keduanya ditemukan warga dalam keadaan terikat.

"Ditemukan warga siang itu karena korban yang menangis keras," imbuhnya.

TA tak berhenti beraksi sampai di situ. Setelah meninggalkan kedua korban, ia mencari mangsa lainnya. Pada 12 April, pengamen cilik berusia 11 tahun jadi targetnya. Ia bertemu korban di daerah Bekasi.

"Awalnya korban bertemu di Bekasi, lalu bertanya, dik ke daerah Cililitan kemana ya. Dijawab korban, naik 9B Mayasari," ujarnya.

Pelaku lalu mengiming-imingi korban akan membelikan baju dan celana. Korban lalu ikut dengan pelaku. Sampai di pintu keluar Tol Kodam Jaya, pelaku melihat kondisi cukup sepi.

"Korban diajak ke situ dan dikerjain. Kali ini korban diancam karena korban sempat menolak, dia ditonjok. Kalau nggak mau akan diikat di atas pohon," jelasnya.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mengajak korban jalan dan duduk ke sebuah pos ojek. Korban lalu ditinggalkan begitu saja. Sebelumnya seorang pengamen berusia kurang lebih 11 tahun ditemukan tergeletak di pinggir jalan, Kamis (12/4) lalu. Dia mengaku diperkosa di kawasan Cililitan, Jakarta Timur.

Tak berapa lama, ditemukan lagi dua anak jalanan yang berusia lima dan tujuh tahun. Kedua anak perempuan ini juga mengaku diperkosa di Cililitan, Jakarta Timur. Keduanya ditemukan oleh warga di pintu keluar tol, depan Kodam, Cililitan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon