Kelebihan Gula Bisa Sebabkan Anak Agresif

Kamis, 2 Agustus 2012 | 21:08 WIB
NP
B
Penulis: Novy Lumanauw/ Pudjatari | Editor: B1
Pentingnya minum susu
Pentingnya minum susu (healthwatchmd)
Celakanya, kata para peneliti, hanya 1 dari 7 produk susu pertumbuhan anak yang mengandung gula tambahan rendah.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh J Brand-Miller dan F Atkinson dari
University of Sidney, NSW Australia 2011, yang dilakukan terhadap 7 jenis produk susu pertumbuhan anak menemukan, bahwa produk yang memiliki kandungan gula tambahan memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi yakni, mulai dari 55-69. Sementara yang termasuk dalam kategori glikemik rendah adalah 55.

Susu bubuk tanpa gula tambahan, kata mereka, memiliki nilai indeks glikemik yang sama dengan susu alami yakni, 30 dan glikemik yang rendah.

Tak hanya itu, penelitian tersebut juga mengungkap, bahwa dari 7 produk susu tersebut hanya satu produk yang memiliki glikemik yang rendah.

Hanya satu produk susu yang diketahui memiliki indeks insulin yang jauh lebih rendah dibanding produk susu dengan kandungan glukosa lainnya.

Hal ini disebabkan produk tersebut tidak mengandung karbohidrat atau gula tambahan. Seperti diketahui, susu merupakan bahan pangan penting bagi anak.

Di negara-negara Asia, konsumsi susu anak sangat tinggi. Selain mengandung protein, kalsium, riboflavin, vitamin A dan Zinc, susu berperan dalam menjadi alat transpor vitamin D dan zat besi.

Produk susu yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa, maltodextrins dan sirup glukosa dapat meningkatkan kepadatan energi, mengurangi nilai gizi susu dan kecenderungan kelebihan glikemia dan insulin.

Karbohidrat tambahan dihitung dengan mengurangi total karbohidrat dalam produk susu dengan karbohidrat alaminya.
 
Kaitannya dengan kesehatan jiwa anak, Dr Tjhin Wiguna, SpKJ(K), dokter spesialis kesehatan jiwa anak, mengatakan: “Pada anak usia pra sekolah, kelebihan gula kemungkinan dapat menurunkan kualitas belajar, membuat anak lebih aktif dan agresif."

Oleh karena itu, lanjut dia, menambahkan nutrisi yang seimbang dapat membantu meningkatkan kemampuan belajar dan memperbaiki perilaku.

Nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak itu sendiri, lanjut Tjhin, antara lain kalsium,
zat besi, serat, karbohidrat, folat, serta vitamin A, B, C, D, dan E. 

"Nutrisi yang baik untuk anak adalah nutrisi yang cukup memenuhi gizi harian anak," imbuhnya dalam program edukasi Healthy Food for Healthy Kids, yang digelar RS Pantai Indah Kapuk bekerjasama dengan Anmum, beberapa waktu lalu.

Nah, untuk memenuhi gizi harian, seorang anak, kata dia, harus mengonsumsi berbagai sumber makanan dengan jumlah asupan yang tepat. Jika jumlah asupan tidak tepat, indeks glikemik yang tinggi akan membuat anak menjadi tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, mengalami kenaikan berat badan yang cepat, serta kerusakan pada pankreas.

"Kerusakan pankreas akan menyebabkan terganggunya produksi insulin dan berisiko anak menderita diabetes tipe 2 saat dewasa," jelasnya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon