Gelar Aksi Simpatik, Warga Dukung Ratusan Kader PDIP Kota Bogor

Minggu, 28 Juni 2020 | 08:31 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1
Ratusan anggota dan simpatisan PDIP Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi damai di Tugu Kujang, Sabtu (27/6/2020).
Ratusan anggota dan simpatisan PDIP Kota Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi damai di Tugu Kujang, Sabtu (27/6/2020). (Ist)

Bogor, Beritasatu.com – Ratusan kader PDI Perjuangan (PDIP) Kota Bogor melakukan aksi damai dan long march menuntut pengusutan tuntas atas pembakaran bendera partai nasionalis tersebut. Aksi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari warga Bogor.

Syafrudin, warga Warung Jambu, Bogor, yang menyaksikan konvoi sekitar 500 kader PDIP, mendukung penegakkan hukum terhadap beberapa oknum dalam aksi di DPR beberapa hari lalu. "Tindakan membakar bendera itu jelas sangat tidak benar dan hanya memecah belah elemen bangsa. Kalau tidak setuju dengan sebuah kebijakan jangan bertindak anarkis dan memancing konflik," katanya.

Untuk itu, dia mendukung para kader PDIP melakukan aksi simpatik dan tetap menjunjung aturan yang ada. Demikian juga para anggota PDIP pun diharapkan tidak memancing konflik yang lebih tajam. 

Pendapat senada juga disampaikan Sudrajat, pedagang yang sering berjualan di kawasan Tuju Kujang dan Terminal Baranangsiang, Bogor. Dia menilai protes dari ratusan kader PDIP tersebut sangat wajar. Meski hanya mendengar sekilas soal pembakaran bendera, dia berharap aparat kepolisian bisa bekerja cepat menuntaskan persoalan tersebut. Secara khusus, dia juga memberi apesiasi atas aksi warga PDIP yang tetap menjaga kelancaran lalu lintas.

Dalam orasinya, Ketua DPC PDIP Kota Bogor Dadang Danubrata menegaskan perlunya proses hukum yang cepat untuk menuntaskan aksi pembakaran bendera tersebut.

Tidak hanya itu, kata dia, aksi pembakaran itu merupakan bentuk provokasi yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merongrong Pancasila.

"Kami juga menolak provokasi dari pihak pihak yang ingin memecah dan menghancurkan NKRI," jelas Dadang.
Untuk itu, dia bersama ratusan kader PDIP lainnya mendukung aparat penegak hukum untuk menangkap provokator dan segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Aksi spontanitas ratusan kader PDIP itu berawal dari Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani II No 4, Tanah Sareal. Konvoi cukup tertib sepanjang jalan Pajajaran dan diisi dengan orasi para fungsionaris di Tugu Kujang. Para anggota dan simpatisan PDIP pun tetap menggunakan masker dan menjaga jarak sebagai bagian dari protokol mencegah Covid-19.
Kemudian konvoi dilanjutkan lagi sepanjang Kebun Raya - Istana Bogor. Atas permintaan pihak kepolisian, selama melintasi Istana Bogor, ratusan warga PDIP pun tidak melakukan orasi dan bunyi klakson kendaraan, lalu terus dilanjutkan ke Jl Sudirman.

Vayireh Sitohang selaku koordinator aksi tersebut dalam orasinya terus menegaskan PDIP sebagai partai wong cilik jangan sampai termakan aksi provokasi pihak manapun. Pembakaran bendera adalah salah satu strategi untuk memecah belah kaum rakyat dan bangsa Indonesia.

Untuk itu, ratusan kader PDIP yang spontan bergerak cepat dalam aksi simpatik itu juga jangan sampai terpancing provokasi.
"Ada upaya sistematis untuk memecah belah NKRI dan memancing kericuhan," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon