3 Indikasi Kebenaran Testimoni Antasari Azhar

Jumat, 10 Agustus 2012 | 19:44 WIB
MC
B
Ada 3 indikasi bahwa SBY tidak hanya tahu, tapi terlibat dalam penyelamatan Bank Century.

Anggota Timwas Bank Century, Hendrawan Supratikno, menyatakan keyakinannya atas kebenaran pernyataan Antasari Azhar, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak hanya tahu, tapi juga terlibat dalam proses pencairan bailout Bank Century.

Menurut Hendrawan, ada 3 indikasi bahwa SBY tidak hanya tahu, tapi terlibat dalam penyelamatan Bank Century. Pertama, adanya 3 surat bekas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang melaporkan ke SBY soal penanganan Bank Century.

Kedua, kata Hendrawan, pernyataan bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa dirinya tidak pernah dilaporkan soal bailout. Ketiga, terbitnya Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Jaring Pengaman Sosial Kemiskinan (JPSK) yang menjadi dasar bailout.

"Padahal Perpu itu sudah ditolak DPR. Tiga hal itu bukti sedehana keterkaitan presiden," kata politikus PDI itu, di Jakarta, Jumat (8/8).

Salah satu sumber di DPR mengungkapkan pertemuan yang dimaksud Antasari terjadi terjadi setelah Tim Kecil menemui presiden membahas arti penting dan urgensi kebijakan blanket guarantee perbankan. "Pertemuan dengan penegak hukum dilakukan oleh SBY setelah itu," ujar dia.

Menurut dia, pertemuan itu terjadi sebelum 13 Oktober 2008, ketika Wapres Jusuf Kalla menyatakan penolakannya atas kebijakan blanket guarantee buat Bank Century tersebut.

Sebesar Skandal Watergate
Sementara itu, anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menyatakan testimoni Antasari itu akan membuat geger politik yang luar biasa. Untuk itu, dia meminta aparat penegak hukum menuntaskan kasus bailout Bank Century tersebut

"Apa yang terjadi perampokan uang negara mendekati pemilu 2009 menjadi kenyataan? Ini harus dituntaskan, kasus Century ini, untuk mengklarifikasi semua," kata politisi PPP itu, di Jakarta, Jumat (10/8)

Yani bahkan menyamakan pengakuan itu akan membuka skandal yang sama besarnya dengan skandal watergate di Amerika Serikat. Akibat skandal itu, Presiden AS Richard Nixon dipaksa harus mengundurkan diri.

"Kalau itu fakta menjadi kenyataan, maka saya kira tanpa harus melalui itu, budaya untuk mengundurkan diri lebih penting, dan kasus hukum berikutnya," kata anggota Timwas Century DPR itu.

Istana Membantah
Sebaliknya, Istana Kepresiden membantah pernyataan Antasari yang menyebutkan Presiden SBY memimpin rapat tentang skenario pencairan dana talangan untuk Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

“Tidak benar bapak presiden mengundang Ketua KPK saat itu, Antasari Azhar, untuk membahas penanganan bailout Bank Century,” kata Juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Istana, Jakarta, hari ini.

Kepresidenan mengakui memang ada pertemuan di Istana pada 2008 lalu, namun pertemuan tersebut tidak membahas bailout Bank Century melainkan tentang pencegahan tindakan korupsi di tengah krisis ekonomi global.

Julian menyebut kepala negara dan pemerintahan saat itu mengundang pimpinan KPK, Kapolri, dan Jaksa Agung dalam rapat untuk mencegah terjadinya korupsi. Menurut dia, rapat itu pun terbuka dan diberitakan kepada publik, sehingga bukan sesuatu yang ditutup-tutupi.

“Kapasitas beliau sebagai Ketua KPK saat itu juga sudah jelas bahwa dalam hal ini untuk penanganan bilamana ada penyelewengan atau tindak pidana terhadap upaya pemerintah dalam penanganan krisis tahun 2008 lalu,” imbuh Julian.

Dikabarkan sebelumnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar dalam pernyataannya yang disiarkan sebuah televisi swasta, menyebut persoalan yang membelit Bank Century pernah dibahas dalam sebuah rapat di istana. Rapat yang dipimpin Presiden SBY itu membahas skenario pencairan dana bailout Century.

Antasari hadir dalam rapat yang digelar Oktober 2008 itu. Peserta rapat lainnya meliputi Ketua BPK saat itu Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala  BPKP Condro Irmantoro.

Sementara anggota kabinet yang hadir adalah Menko Polhukam Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Boediono, dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Antasari juga melihat kehadiran Juru Bicara Andi Mallarangeng dan Denny Indrayana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon