1.115 Relawan Mendaftarkan Diri Ikut Uji Klinis Covid-19 di Bandung
Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:40 WIB
Bandung, Beritasatu.com - Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Eddy Fadlyana optimis kuota 1.620 relawan untuk uji klinis fase tiga bisa terpenuhi dari enam lokasi penelitian di Bandung.
"Sampai hari ini sudah ada 1.115 relawan yang terdaftar," kata Eddy saat ditemui di Klinik Layanan Kesehatan Unpad, Bandung, Selasa, 11 Agustus 2020.
Tim peneliti mengumumkan pendaftarkan relawan hingga 31 Agustus 2020 mendatang. Namun seiring pendaftaran itu, tim sudah memulai uji klinis fase III vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech asal China, yang ditandai dengan peninjauan fasilitas dan kapasitas produksi di PT Bio Farma, Bandung oleh Presiden Joko Widodo.
"Kalau melebihi kuota maka kami akan menempatkan mereka sebagai cadangan," ujar Eddy sembari menambahkan apabila relawan kedapatan positif Covid-19 lewat pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) maka mereka harus diisolasi atau menjalani perawatan.
Eddy mengungkapkan, setidaknya ada 20 relawan yang menjalani penyuntikan vaksin pertama saat kunjungan Presiden ke Rumah Sakit Pendidikan Unpad. Mereka sebelumnya sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan, proses wawancara, pengambilan swab yang hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction)-nya negatif, dan menandatangani persetujuan untuk mengikuti proses uji klinis.
Berbarengan dengan peninjauan tersebut, Eddy menambahkan, puluhan relawan mengikuti tahapan awal proses uji klinis pada lima lokasi penelitian lain, masing-masing, Klinik Layanan Kesehatan Unpad, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Garuda, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Dago.
Para relawan di puskesmas baru diminta datang mulai pukul 11 siang, selepas waktu operasional bagi pasien umum selesai. Petugas seperti di Puskesmas Ciumbuleuit hanya membuka sebagian gerbang masuknya. Pada gerbang terpasang tulisan ‘Tidak Ada Peliputan Apa Pun Dalam Kegiatan Penelitian Uji Klinis Vaksin Sars-Cov-2 di UPT Puskesmas Ciumbuleuit".
Sejak pukul delapan pagi, puskesmas itu sudah dipenuhi pengunjung. Sedikitnya 10 orang duduk di halaman dalam. Sementara puluhan lainnya mengantri diperkenankan masuk karena ada pembatasan jumlah orang di dalam puskesmas. Mereka adalah para karyawan perusahaan swasta yang hendak ikut pemeriksaan cepat Covid-19.
Petugas keamanan di sana tampak menggunakan masker, sebagian lainnya mengenakan hospital gown dan sarung tangan. Pengunjung yang masuk ke sana dicek dulu panas tubuhnya menggunakan thermal gun.
Sementara di lokasi penelitian Klinik Layanan Kesehatan Unpad, wartawan diperkenankan menunggu di bagian luar gedung. Seluruh aktivitas relawan dilakukan di dalam gedung, kecuali untuk pengambilan swab guna pemeriksaan Covid-19 dan pendaftaran akhir yang diseting di bagian luar gedung.
Eddy menjelaskan, relawan yang sudah menjalani pemeriksaan PCR dan hasilnya negatif akan dipanggil kembali untuk menjalani penyuntikan pertama pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 mendatang. "Kita atur setiap jam ada tujuh orang yang dipanggil. Ini agar tidak bertumpuk di ruangan," terang Eddy soal proses uji klinis pada lima lokasi penelitian di luar Rumah Sakit Pendidikan Unpad.
Salah seorang relawan, Rina Mardiana, 44 tahun mengungkapkan, dirinya tertarik mengikuti uji klinis ini karena berharap bisa segera ada vaksin untuk mengatasi Covid-19. "Begitu ada berita online soal uji klinis vaksin dari Sinovac, saya langsung cari tahu mendaftar ke mana," imbuhnya usai menjalani tahapan awal uji klinis.
Dalam proses uji klinis ini, Rina sudah membekali dirinya dengan bahan-bahan bacaan seputar vaksin Covid produksi China.
"Sekarang sudah masuk uji klinis fase tiga. Di negara buat fase satu diperiksa 100-an orang, lalu fase dua melibatkan 500 orang. Vaksinnya juga sudah inactivated, jadi sudah tahu keamanan dan risikonya," terang Rina yang cukup berjalan kaki dalam hitungan menit buat kembali ke rumahnya ini.
Apabila hasil pemeriksaan Covid-19 itu negatif, Rina dijadwalkan untuk mendapatkan suntikan vaksinnya yang pertama, dari dua kali penyuntikan pada Jumat, 14 Agustus 2020 mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




