Petani Karo Korban Erupsi Sinabung Berharap Bantuan Pemerintah Pusat

Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:10 WIB
AS
JM
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: JEM
Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Tanah Karo, Sumatera Utara, Selasa 11 Agustus 2020.
Petani membersihkan tanaman brokoli dan cabai rawit yang tertutup debu vulkanik pascaerupsi Gunung Sinabung di Desa Naman, Kecamatan Naman Teran, Tanah Karo, Sumatera Utara, Selasa 11 Agustus 2020. (Antara)

Medan, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Karo mengajukan permohonan ke pemerintah provinsi untuk dapat diteruskan ke pemerintah pusat supaya membantu petani atas kerusakan lahan seluas 1.483 hektare dengan kerugian lebih Rp 41,8 miliar akibat erupsi Gunung Sinabung.

"Pemerintah pusat diharapkan dapat petani memberikan bantuan pestisida, pupuk, benih, blower, dan cultivator. Bantuan ini akan dimanfaatkan kalangan petani mengelola pertanian," Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Karo, Metehsa Karo - Karo, Rabu (12/8/2020).

Metehsa mengatakan, pemerintah kabupaten melalui petugas pertanian sedang melakukan upaya penyemprotan lahan pertanian milik masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Sinabung sejak, Sabtu (8/8/2020).

"Penyemprotan dilakukan untuk menyelamatkan tanaman pertanian yang mengalami kerusakan ringan dan sedang akibat terpapar debu vulkanik. Dari jumlah lahan yang rusak seluas 1.483 hektare itu, sudah termasuk kerusakan berat, sedang dan ringan," katanya.

Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat sangat ditunggu untuk membantu meringankan petani di 3 kecamatan yakni, Kecamatan Naman Teran, Merdeka, Berastagi, dan Dolat Rayat, Kabupaten Tanah Karo. Di mana, masyarakat di sana mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber mata pencarian sehari - hari.  



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon