Peringati Dirgahayu RI, Anies Pesan Prioritaskan Kesehatan Masyarakat

Senin, 17 Agustus 2020 | 10:10 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Anies Baswedan.
Anies Baswedan. (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-75 Republik Indonesia di Halaman Balai Kota Jakarta, Senin (17/8/2020). Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945 tersebut digelar secara terbatas dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bertindak sebagai pembina upacara, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan pesan agar jajaran Pemprov DKI Jakarta menomorsatukan keselamatan dan kesehatan masyarakat, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang melanda Jakarta saat ini.

"Amanat konstitusional pertama adalah melindungi setiap tumpah darah Indonesia. Karena itu, pesan kepada seluruh jajaran DKI Jakarta untuk menomorsatukan keselamatan dan kesehatan rakyat di atas urusan yang lain," pesan Anies dalam sambutannya.

Menurut Anies, peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-75 ini merupakan momen spesial untuk kembali memaknai perjuangan para pendiri bangsa. Karena, pada masa sekarang merupakan kesempatan bagi semua untuk kembali mencatatkan sejarah, di mana cobaan pandemi dapat dilalui bersama, seperti halnya semangat para pendiri bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Maka dari itu, kami tekankan masyarakat disiplin menerapkan 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, dan Menjaga jarak. Kami di Pemprov DKI Jakarta juga akan terus gencar melaksanakan 3T, yakni Testing, Tracing, dan Treatment untuk menekan penyebaran Covid-19," paparnya.

Anies juga mengapreasi seluruh lapisan masyarakat yang telah berjuang bersama dengan tabah melewati pandemi ini. Ribuan petugas di lapangan yang memastikan mereka yang terdampak wabah akan mendapat bantuan serta memastikan layanan masyarakat tetap bisa berjalan.

Guru-guru juga terus menyemangati dan menginspirasi siswa dari kejauhan. Para pengusaha kecil menengah berusaha bertahan demi terus memberi penghidupan pada karyawan.

"Peringatan ini menjadi saat di mana kepahlawanan kembali bermunculan di sekitar kita. Saat di mana kita saksikan, ribuan dokter, perawat, seluruh tenaga kesehatan, tanpa ragu meletakkan dirinya sebagai benteng pertahanan terakhir melawan pandemi. Sebagian tinggalkan keluarganya untuk selamanya, gugur dalam perjuangannya menyelamatkan saudara- saudara sebangsa," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon