IMM: HUT ke-75 RI, Momentum Perkuat Konsolidasi Nasional Hadapi Covid-19
Rabu, 19 Agustus 2020 | 21:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prastiyo mengatakan, HUT ke-75 RI merupakan momentum memperkuat konsolidasi nasional dalam menghadapi Covid-19. Pasalnya, perayaan HUT RI kali ini diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.
"Di hari kemerdekaan yang berbeda ini, bangsa Indonesia harus menghadapi bencana non alam pandemi Covid 19, suatu bencana yang tidak mudah untuk diselesaikan, namun tetap diikhtiarkan untuk setidaknya menghambat persebarannya. Karena itu, semua pihak sangat berperan dan berkontribusi untuk memulihkan kesehatan dari Covid-19," ujar Najih dalam keterangannya, Rabu (19/8/2020)
Najih mengatakan penyebaran Covid-19 begitu cepat dan lonjakan kasusnya terus meningkat meskipun masyarakat telah melakukan physical distancing dan PSBB lebih dari 3 bulan. Akibat lanjutannya, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
Menurut Najih, kesehatan dan ekonomi masyarakat merupakan dua hal yang sama pentingnya sehingga harus sama-sama dijaga. Dalam kondisi seperti ini, kata dia, mau tidak mau masyarakat harus selalu waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan agar sehat secara individu dan sehat secara ekonomi.
"Dalam situasi yang sulit ini, tidak dapat dipungkiri banyak pihak yang memanfaatkan momentum ini sebagai agenda menyerang kekuasaan. Di sisi lain juga, pendukung kekuasaan melayangkan data-data yang mendukung kekuasaan. Semua menjadi hal yang lumrah dalam alam pikir demokrasi. Namun yang tetap menjadi catatan adalah, situasi itu harus tetap terbingkai dalam alam pikir konstitusi bangsa Indonesia," ungkap dia.
Karena itu, kata Najih, DPP IMM mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membangun negeri di tengah pandemi Covid 19. Dengan spirit hari kemerdekaan, tutur dia, sudah seharusnya memperkuat konsolidasi nasional baik antara pemerintah, tokoh bangsa, wakil rakyat, serta rakyat Indonesia dalam upaya menghadapi pandemi demi kepentingan bangsa dan negara.
"Dalam situasi seperti ini, negara dan bangsa Indonesia sedang mengalami situasi yang sulit, sebagaimana yang diutarakan oleh presiden, pimpinan DPR, pimpinan MPR, dan pimpinan lembaga tinggi lainnya, serta tokoh bangsa, akademisi, dan sebagainya. Sudah sepatutnya kita sebagai komponen bangsa harus terus mendukung penuh upaya pemerintah untuk menangani pandemi dan upaya menstimulasi kondisi ekonomi supaya tidak terjebak resesi," imbuh dia.
Najih juga mengingatkan pemerintah harus bersungguh-sungguh untuk memulihkan kondisi kesehatan dan ekonomi bangsa. Selain itu, kata dia, pemerintah dan wakil rakyat tidak perlu mengeluarkan dan melanjutkan kebijakan yang mengundang kontroversi serta serius mendengar aspirasi rakyat.
"Setop bagi para pihak yang memanfaatkan situasi ini sebagai panggung, layaknya pahlawan di siang bolong. Sebab situasi kondusif itu merupakan kunci penting untuk bergotong royong dalam mengakhiri situasi pandemi dan situasi ekonomi yang mengarah pada resesi. Jika semua solid, tidak ada gejolak apalagi manuver-manuver politik, dapat dipastikan kita dapat keluar dari situasi sulit ini," pungkas Najih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




